Berita  

PDI Perjuangan Sikka Melayat ke Ritapiret, Frater Leo Jadi Bagian Duka Gempa Flores

Lusia Adinda Dua Nurak bersama Emanuel Kolfidus menyalakan lilin dan berdoa di samping jenazah Frater Leo

Maumere, detakpasifik.com- Duka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) belum usai. Di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret, Kampung Tarungawan, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, suasana kehilangan menyelimuti keluarga besar seminari setelah wafatnya Leonardus Noprianto Waku, atau yang dikenal sebagai Frater Leo.

Pada Rabu (19/8/2026), jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Sikka datang melayat dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar seminari.

Rombongan dipimpin Lusia Adinda Dua Nurak bersama Emanuel Kolfidus, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur. Kehadiran mereka menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan yang dibangun jajaran partai di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan duka di sejumlah wilayah Flores.

READ  Demokrat Buka Posko di Wilayah Terdampak Gempa Flores, Fokus Bantuan Darurat

Frater Leo merupakan calon imam dari Keuskupan Labuan Bajo. Ia sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere setelah mengalami luka berat dalam peristiwa gempa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Frater Leo mengalami luka berat setelah melompat dari bagian atas gedung ketika gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu dini hari.

Peristiwa tersebut kemudian berujung pada kabar duka yang diterima keluarga besar seminari dan Keuskupan Labuan Bajo.

READ  Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat untuk Warga Tuatuka

Di hadapan keluarga besar Seminari Tinggi Ritapiret, rombongan PDI Perjuangan menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan bagi mereka yang ditinggalkan.

Lusia dan Emanuel hadir bersama Tesa Nurak, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; Yansen Seda, Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; serta Darius Evensius, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka yang juga anggota DPRD Kabupaten Sikka.

Kehadiran jajaran partai di tengah keluarga yang berduka menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak semata-mata berbentuk bantuan material. Dalam situasi tertentu, hadir dan menemui langsung mereka yang kehilangan menjadi bentuk solidaritas yang tidak kalah penting.

READ  Respons Cepat Gubernur NTT Tangani Dampak Gempa Flores

Usai dari Ritapiret, rangkaian kunjungan kemanusiaan tersebut dijadwalkan berlanjut ke Nele, Waipare, Desa Hiegetegera, Kecamatan Kangae, hingga Kampung Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae.

Kunjungan itu menjadi bagian dari gerak solidaritas PDI Perjuangan Sikka dalam merespons dampak gempa yang tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas warga, tetapi juga meninggalkan kehilangan yang mendalam.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *