KOMUNIKASI EFEKTIF dan PERUBAHAN SOSIAL

Oleh : Marina Sandra Piliang (Guru SMP Negeri 1 Brati Purwodadi)

Komunikasi memberikan sesuatu kepada orang lain dengan kontak tertentu atau dengan menggunakan sesuatu alat. Banyak komunikasi terjadi dan berlangsung tetapi kadang-kadang tidak mencapai kepada sasaran apa yang dikomunikasikan itu. Dimungkinkan adanya komunikasi yang baik antara pemberi pesan dan penerima pesan apabila terjalin persesuaian diantara keduanya. Untuk terlaksananya komunikasi yang baik, banyak rintangan yang ditemui dan dihadapi baim rintangan yang berupa fisik, individual, bahasa dan sampai perbedaan yang dimaksud oleh orang yang diajak komunikasi. Saling pengertian dapat terjadi dengan menggunakan bahasa yang baik, sehingga pihak yang menerima dapat mengerti apa yang diberikan atau dipesankan, dengan demikian tercipta situasi komunikasi yang serasi.

Dengan atau tanpa disadari kita tiap hari bahkan tiap jam atau tiap menit mengadakan komunikasi dengan sesama atau dengan alam sekeliling kita melalui ucapan, gerakan, atau isyarat-isyarat lainnya. Dari semua kegiatan yang dilakukan manusia, kegiatan berkomunikasi mengambil waktu yang terbanyak. Kebanyakan waktu kita pergunakan untuk bercakap-cakap, mendengarkan orang lain berbicara, menulis, atau mengumpulkan informasi berdasarkan penglihatan, perabaan, atau penciuman sesuatu. Semua itu merupakan kegiatan komunikasi.

Komunikasi antarpribadi sangat penting bagi kebahagiaan hidup kita. Pertama, komunikasi antarpribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. Kedua, identitas atau jati-diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain. Ketiga, dalam rangka memahami realistas di sekeliling kita serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia di sekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. Keempat, kesehatan mental kita sebagaian besar juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih-lebih orang-orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan dalam hidup kita.

Agar merasa kita bahagia, kita membutuhkan konfirmasi dari orang lain, yakni pengakuan berupa tanggapan dari orang lain yang menunjukkan bahwa diri kita normal, sehat, dan berharga. Lawan dari konfirmasi adalah diskonfirmasi, yakni penolakan dari orang lain berupa tanggapan yang menunjukkan bahwa diri kita abnormal, tidak sehat dan tidak berharga. Semuanya itu hanya kita peroleh lewat komunikasi antarpribadi, komunikasi dengan orang lain.

Keterampilan berkomunikasi bukan merupakan kemampuan yang kita bawa sejak lahir dan juga tidak akan muncul secara tiba-tiba saat kita memerlukannya. Keterampilan tersebut harus kita pelajari atau dilatih. Seperti keterampilan-keterampilan lainnya, keterampilan berkomunikasi ini dapat kita pelajari mengikuti kiat-kiat sebagai berikut [Johnson,1981]:

           

Pertama, kita harus menyadari mengapa keterampilan berkomunikasi ini penting kita kuasai dan apa manfaatnya bagi kita.

           

Kedua, kita harus memahami arti penting keterampilan berkomunikasi dan bentuk-bentuk perilaku komponennya yang perlu kita kuasai untuk mewujudkan keterampilan itu.

          

Ketiga, kita harus rajin mencari atau menemukan situasi-situasi di mana kita dapat mempraktikkan keterampilan tersebut.

           

Keempat, kita tidak boleh sengan atau malu meminta bantuan orang lain untuk memantau usaha kita serta memberikan penilaian tentang kemajuan yang sudah kita capai maupun kekurangan yang masih kita miliki.

           

Kelima, kita tidak boleh bosan belajar atau berlatih. Keterampilan berkomunikasi tersebut harus kita praktikkan terus-menerus.

           

Keenam, keseluruhan latihan tersebut harus kita bagi dalam satuan-satuan atau bagian-bagian tertentu, agar setiap kali dapat kita rasakan keberhasilan usaha kita. Misalnya, berlatih membangun sikap percaya, mengungkapkan pikiran secara jelas, mendengarkan, dan sebagainya.

           

Ketujuh, akan sangat menolong bila kita dapat menemukan teman yang dapat kita ajak sebagai lawan berlatih.

READ  Menjadi Manusia, Sebuah Pilihan Sadar

           

Kedelapan, keterampilan berkomunikasi dengan seluruh komponen atau bagiannya tersebut harus terus-menerus kita latih dan praktikkan, sampai akhirnya menjadi bagian dari diri kita.

Seluruh langkah dalam kiat diatas dapat dilakukan dalam rangka metode belajar yang disebut dengan experiential learning atau belajar melalui pengalaman [John,1981].

           

Menurut Johnson [1981], ada tiga syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, kita harus mengusahakan agar pesan-pesan yang kita kirimkan mudah dipahami.

Kedua, sebagai pengirim kita harus memiliki kredibilitas di mata penerima.

Ketiga, kita harus berusaha mendapatkan umpan balik secara optimal tentang pengaruh pesan yang kita itu dalam diri penerima. Dengan kata lain, kita harus memiliki kredibilitas dan terampil mengirim pesan.

  1. Kredibiltas pengirim

Yang dimaksud adalah kadar kepercayaan atau keterandalan pernyataan-pernyataan pengirim di telinga penerima. Kreadibilitas memiliki beberapa aspek [Johnson,1981]:

  1. Sifat bisa dipercaya si pengirim sebagai sumber informasi. Sebagai pribadi menunjukkan sifat-sifat bisa diandalkan, bisa diharapkan, konsisten.
  2. Intensi, yaitu maksud atau motivasi baik dari pihak pengirim.
  3. Ungkapan sikap hangat dan bersahabat dari pengirim.
  4. Predikat atau cap yang telah diberikan masyarakat kepada pengirim menyangkut sifatnya yang bisa dipercaya.
  5. Apakah pengirim memiliki keahlian menyangkut pokok pembicaraan yang akan disampaikannya.
  6. Sifat dinamis {proaktif, agresif dan empatik} pengirim.
  7. Keterampilan mengirimkan pesan

Beberapa bentuk keterampilan mengirimkan pesan yang penting adalah sebagai beriku {Johnson,1981}:

  1. Secara jelas kita harus meng-aku-i pesan yang kita kirimkan. Caranya, dengan menggunakan kata ganti orang pertama tunggal dalam pembicaraan kita. Jadi, sedapat mungkin dengan tegas menyatakan, “Saya…..” , “Aku…..”.
  2. Membuat pesan kita lengkap dan mudah dipahami.
  3. Pesan-pesan nonverbal harus sesuai dengan pesan-pesan verbal.
  4. Redundansi: pesan-pesan sebaliknya kita ulang seperlunya, termasuk menggunakan lebih dari satu media untuk mengirimkan pesan yang sama.
  5. Berusaha mendapatkan umpan balik tentang cara pesan kita ditangkap oleh lawan komunikasi kita.
  6. Kita perlu menyesuaikan cara penyampaian pesan kita dengan kerangka acuan, sudut pandang, maupun kemampuan atau daya tangkap lawan bicara kita.
  7. Dalam mengungkapkan perasaan, sebaiknya ditempuh salah satu dari tiga cara berikut, yaitu dengan menyebut namanya, bentuk tindakannya, atau menggunakan kiasan.
  8. Menunjukkan tingkah laku lawan komunikasi kita tanpa memberikan penilaian maupun interpretasi.

           Keefektifan hubungan antarpribadi adalah taraf seberapa jauh akibat-akibat dari tingkah laku kita sesuai dengan yang kita harapkan. Bila kita berinteraksi dengan orang lain, biasanya kita ingin menciptakan dampak tertentu, merangsang munculnya gagasan-gagasan tertentu, menciptakan kesan-kesan tertentu, atau menimbulkan reaksi-reaksi perasaan tertentu dalam diri orang lain tersebut. Kadang-kadang kita berhasil mencapai semuanya itu, namun ada reaksi terhadap tingkah laku dengan cara yang sangat berbeda dari yang kita harapkan.

           Keefektifan kita dalam hubungan antarpribadi ditentukan oleh kemampuan kita untuk mengkomunikasikan secara jelas apa yang ingin disampaikan, menciptakan kesan yang kita inginkan, atau mempengaruhi orang lain sesuai kehendak kita. Kita dapat meningkatkan keefektifan kita dalam hubungan antarpribadi dengan cara berlatih mengungkapkan maksud-keinginan kita, menerima umpan balik tentang tingkah laku kita, dan memodifikasikan tingkah laku kita sampai orang lain mempersepsikannya sebagaimana kita maksudkan. Artinya, sampai akibat-akibat yang ditimbulkan oleh tingkah laku dalam diri orang lain seperti yang kita maksudkan.

           Komunikasi disebut efektif apabila penerima menginterpretasikan pesan yang diterimanya sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim. Kenyataannya, sering kita gagal saling memahami. Sumber utama kesalahfahaman dalam komunikasi adalah cara penerima menangkap makna suatu pesan berbeda dari maksud oleh pengirim, karena pengirim gagal mengkomunikasikan maksudnya dengan tepat.

READ  Khofifah Dorong Sinergi Bank Jatim–Bank NTT untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Kawasan

         Memudarnya masyarakat tradisional akan tampak jelas apabila dilihat dari tiga dimensi perubahan sosial, yaitu: dimensi struktural, dimensi cultural, dan dimensi interaksional. Melihat tiga dimensi perubahan sosial tidak berarti mengabaikan dimensi perubahan lain seperti dimensi normal dari kehidupan sosial (karakter pribadi), peristiwa dan perubahan sosial, perubahan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif, serta perubahan yang direncanakan dan diprogramkan. Kesemua dimensi perubahan tersebut nampak ada dalam suatu peristiwa memudarnya masyarakat tradisional. Perubahan struktur pada masyarakat tradisional menrupakan akibat dari derasnya proses modernisasi dengan berbagai nilai atau tekhnologi yang ditawarkan. Unsur-unsur penting dalam modernisasi adalah adanya kepribadian yang mobilitas dan derasnya penyebaran informasi, melalui tekhnologi mass media yang canggih. Modernisasi adalah suatu proses. Modernisasi di Indonesia disebabkan objek yang terlibat adalah rakyat heterogen, terdiri dari suku-suku bangsa dengan nilai-nilai budayannya masing-masing. Heterogenitas ini menimbulkan kepekaan politik, agama, dan budaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan, mengancam kelestarian bangsa.

            Apabila perubahan sosial dilakukan secara sengaja, atau direncanakan oleh pimpinan anggota masyarakat, yang diarahkan pada pola kehidupan masyarakat tertentu misalnya dari agraris ke masyarakat industrialis, perkembangan yang demikian merupakan perubahan yang disebut sebagai social development.

            Dalam hubungannya dengan proses sosial, komunikasi terjadi sebuah cara dalam melakukan perubahan sosial. Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya melakukan perubahan.

            Interelasi antara perubahan sosial dengan komunikasi yang pernah diamati oleh Goran Hedebro [1982] sebagai berikut.

1. Teori komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Perubahan dalam masyarakat selalu ada peran dari komunikasi. Komunikasi ada pada semua usaha yang bertujuan membawa kearah perubahan.

2. Walaupun komunikasi hadir dengan tujuan membawa perubahan, tetapi bukan alasan utama perubahan sosial. Hanya saja, komunikasi merupakan salah satu faktor yang menimbulkan masyarakat.

3. Media yang digunakan dalam komunikasi berperan melegitimasi bangunan sosial yang ada.

4. Komunikasi adalah alat yang digunakan untuk mengawasi salah satu kekuatan penting masyarakat. Dengan kata lain, mereka berada dalam posisi mengawasi media, dapat menggerakan pengaruh yang menentukan menuju arah perubahan sosial.

Menurut McClelland dalam Nasution, Zulkarimen (1992) analisa yang paling orisinal dan provokatif adalah komentarnya yang berhubungan langsung dengan masalah komunikasi, yakni perihal pentingnya opini publik bagi pembangunan.             Terdapat beberapa peran komunikasi dalam modernisasi, yakni :

1. Komunikasi persuasif akan mempengaruhi nilai-nilai, sikap mental, perilaku, kepribadian yang kreatif, motivasi untuk berprestasi yang sangat mendukung terwujudnya modernisasi. Komunikasi persuasif ini akan mempengaruhi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan maupun diluar pembangunan. Misalnya, proyek penghijauan, perbaikan jalan dan saluran air, dsb.

2. Komunikasi interaktif dalam bidang pendidikan formal dan non formal sangat berperan dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk dapat berkarya, disiplin, bertanggung jawab, berprestasi dan berkualitas merupakan faktor yang sangat penting dalam modernisasi. Demikian pula komunikasi interaktif dalam pengasuhan dirumah tangga sangat menentukan keberhasilan generasi penerus dalam melaksanakan program-program pembangunan.

3. Komunikasi melalui media massa sangat berperan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap masyarakat untuk terwujudnya modernisasi. Peranan komunikasi tersebut diharapkan akan menimbulkan perubahan yang menguntungkan di berbagai bidang kehidupan.

            Setiap komunikasi yang dilakukan oleh manusia memiliki teknik tersendiri termasuk pada komunikasi dalam perubahan sosial. Teknik adalah cara untuk menunjukan atau menyampaikan informasi pada orang lain agar dapat dipahami secara baik dan maksimal. Teknik dapat dikatan sebagai pendekatan secara sederhana tentang kenyataan yang ada. Teknik-teknik dalam komunikasi merupakan suatu penggambaran dari struktur atau proses komunikasi secara sederhana. Oleh karena itu teknik komunikasi maupun yang ada adalah selalu lebih sederhana dibandingkan dengan kenyataan komunikasi yang dilakukannya.

READ  Merawat Marwah PKB

            Teknik-teknik komunikasi sebagaimana dipahami dalam berbagai literatur komunikasi secara umum terdapat berbagai macam teknik. Menurut Onong Uhjana Effendy dalam Lihap Sari menjelaskan berdasarkan ketrampilan berkomunikasi yang dapat dilakukan seorang komunitor teknik komunikasi digolongkan antara lain :

  • Teknik komunikasi informatif

Teknik komunikasi informatif merupakan suatu ketrampilan berkomunikasi dengan menyampaikan berbagai tanda informasi baik yang bersifat verbal, non verbal, maupun paralinguistik. Menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang perubahan sosial, agar masyarakat dapat memusatkan perhatian akan kebutuhan perubahan, cara mengadakan perubahan, dan dapat menyiapkan sarana-sarana perubahan. Melalui informasi masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengambil bagian secara aktif dan memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam menghadapu perubahan. Tanpa informasi sangatlah sulit untuk dapat mengakses secara cepat dan tepat segala sesuatu yang bermanfaat dari adanya perubahan sosial.

  • Teknik komunikasi persuasif

Teknik komunikasi persuasif adalah cara menyampaikan pesan kepada orang lain dengan memperhatikan aspek psikologis, cara ini mendasarkan pada kesadaran pribadi dan menjauhi adanya paksaan. Menyampaikan pesan seperti ini merupakan hal yang mendasarkan pada kesesuaian kondisi atau latar belakang yang dihadapi. Yang penting untuk dipahami bahwa komunikasi persuasif yang dilakukan memperoleh hasil yang diinginkan sesuai dengan pengalaman yang ada. Komunikasi persuasif akan terjadi umpan balik tanya jawab mengenai persoalan perubahan sosial. Dengan demikian masyarakat akan memperoleh gambaran yang utuh atau menyeluruh mengenai arti pentingnya perubahan sosial dalam kehidupan manusia.

  • Teknik komunikasi pervasif

Teknik komunikasi pervasif adalah cara menyampaikan pesan pada orang lain dengan berulang-ulang, sehingga sedikit demi sedikit akan merember pada bawah sadar yang pada akhirnya akan membentuk sikap dan kepribadiannya. Melalui teknik ini seseorang akan memperoleh pemahaman tentang perubahan sosial dimaknakan sebagai pemahaman yang akurat, karena diinformasikannya secara berulang-ulang.

  • Teknik komunikasi koersif

Teknik komunikasi koersif adalah teknik komunikasi yang berlawanan dengan teknik komunikasi persuasif yaitu penyampaian pesan komunikasi kepada orang lain dengan cara memaksa untuk berbuat sehingga menimbulkan rasa ketakutan dan rasa tunduk serta patuh. Dengan cara ini manusia dipaksa untuk siap-siap menerima adanya perubahan yang membawa efek positif dan efek negatif. Seiring itu masyarakat dipaksa untuk memahami dan mempersiapkan diri dengan bekal ilmu pengetahuan sehingga perubahan sosial tetap membawa perubahan yang baik bagi kehidupan manusia.

  • Teknik komunikasi instruktif

Teknik komunikasi instruktif adalah penyampaian pesan komunikasi dikemas sedemikian rupa sehingga pesan itu dipahami sebagai perintah yang harus dilaksanakan. Teknik ini agar dilaksanakan oleh audien terlebih dahulu dikondisikan agar segala sesuatu itu diperlukan. Komunikasi jenis ini diterapkan karena sifatnya segera mungkin harus dilaksanakan dan manakala tidak segera dilakukan akan membawa efek buruk pada kehidupan. Manakala manusia ingin mengalami kemajuan maka dengan segera mengikuti dan menaati adanya perubahan sosial pembangunan.

  • Teknik hubungan manusia {Human Relations}

Teknik hubungan manusia adalah kemasan informasi yang disampaikan dengan mendasarkan aspek psikologis secara tatap muka untuk merubah sikap dan perilaku dan kehidupan sehingga menimbulkan rasa kepuasan kepada berbagai pihak. Jenis teknik ini bila dikaitkan dengan perubahan sosial terutama melakukan pendekatan para tokoh sehingga menimbulkan pemahaman yang mendukung adanya perubahan tersebut. Kemudian diharapkan para tokoh itu dapat mensosialisasikan para orang lain atau para pengikutnya dengan caranya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *