Berita  

Menjaga Mutu Asesmen Sejak Awal, NTT Mulai Siapkan TKA SD-SMP 2027

Sebanyak 88 penulis soal dari kabupaten/kota se-NTT dilibatkan dalam penyusunan dan telaah instrumen TKA 2027 guna memastikan standar mutu dan ketepatan pengukuran kemampuan akademik siswa SD dan SMP.

Kupang, detakpasifik.com – Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2027 mulai dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengawali tahapan tersebut melalui penyusunan dan penelaahan soal yang dirancang untuk memastikan instrumen evaluasi mampu mengukur kemampuan akademik peserta didik secara tepat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem asesmen pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ujian, tetapi juga menempatkan kualitas instrumen sebagai fondasi penting dalam memperoleh gambaran kemampuan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, secara resmi membuka kegiatan penyusunan dan telaah soal TKA SD-SMP tahun 2026, Selasa (13/10/2026).

Dalam sambutannya, Ambrosius menegaskan bahwa kualitas soal menentukan ketepatan hasil pengukuran kemampuan akademik peserta didik. Karena itu, proses penyusunannya harus mengikuti standar yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mutu maupun validitas instrumen.

Menurut dia, persiapan menghadapi TKA 2027 tidak cukup dilakukan dengan menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk diujikan kepada siswa. Setiap butir soal perlu melalui proses penelaahan agar sesuai dengan tujuan evaluasi dan benar-benar mampu mengukur kemampuan yang hendak diketahui.

READ  Defisit Perdagangan NTT Tembus Rp51 Triliun per Tahun, Gubernur Dorong Transformasi Ekonomi Produktif

“Penyusunan dan telaah soal TKA jenjang SD dan SMP tahun 2026 ini merupakan bagian dari persiapan kita menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2027. Karena itu, soal yang disusun harus memenuhi standar kualitas, validitas, dan mampu mengukur kemampuan akademik peserta didik secara tepat,” ujar Ambrosius.

Menyamakan standar, menjaga kualitas

Dalam sistem evaluasi pendidikan, instrumen asesmen memiliki peran penting karena hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik siswa. Oleh sebab itu, penyusunan soal membutuhkan ketelitian, pemahaman terhadap tujuan pengukuran, serta kesamaan standar di antara para penyusunnya.

Atas dasar itu, kegiatan di NTT tidak hanya diarahkan pada produksi soal, tetapi juga pada proses pemeriksaan dan penelaahan untuk memastikan kelayakan setiap instrumen yang disiapkan.

Ambrosius menilai, keterlibatan berbagai unsur pendidikan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mutu. Para penulis soal dari kabupaten dan kota perlu memiliki pemahaman yang selaras mengenai standar yang digunakan sehingga kualitas instrumen tidak bergantung pada perbedaan persepsi masing-masing penyusun.

“Kita ingin memastikan bahwa instrumen TKA yang digunakan benar-benar berkualitas dan dapat menjadi salah satu dasar untuk memetakan kemampuan akademik siswa. Oleh karena itu, keterlibatan para penulis soal dari kabupaten/kota, bersama BPMP dan Pusat Asesmen Pendidikan, sangat penting untuk menyamakan persepsi dan menjaga standar mutu soal,” katanya.

READ  Mirisnya Pendidikan di Kota Super Premium

Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman dan tanggung jawab berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan serta penjaminan mutu pendidikan. Dengan koordinasi yang baik, proses penyusunan dan penelaahan diharapkan menghasilkan instrumen yang memenuhi ketentuan dan mendukung tujuan evaluasi.

Melibatkan 88 penulis soal

Kegiatan penyusunan dan telaah soal ini melibatkan 88 penulis soal dari kabupaten dan kota se-NTT. Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan secara luring, sementara 44 peserta lainnya berpartisipasi secara daring.

Selain para penulis soal, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, fasilitator pusat dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), serta penanggung jawab materi tingkat provinsi dari BPMP NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Keterlibatan para pemangku kepentingan itu memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas wilayah dan lembaga dalam mempersiapkan asesmen pendidikan. Di tengah beragamnya kondisi satuan pendidikan di NTT, kesamaan pemahaman mengenai standar soal menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga sejak tahap perencanaan.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, proses penyusunan instrumen untuk TKA 2027 diharapkan dapat berlangsung lebih terarah. Tahap ini sekaligus menjadi ruang untuk memastikan bahwa setiap soal yang disiapkan telah melalui proses pemeriksaan yang diperlukan sebelum digunakan dalam pelaksanaan asesmen.

READ  Pemuda Katolik Berangkatkan 65 Relawan Bantu Korban Gempa Flores

Persiapan menuju TKA 2027

Ambrosius berharap, kegiatan tersebut menghasilkan instrumen soal yang terstandar dan berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya kesungguhan serta kerja sama seluruh pihak agar persiapan TKA bagi siswa SD dan SMP pada 2027 dapat berjalan dengan lebih baik.

“Harapan kita, melalui kerja sama dan kesungguhan semua pihak, penyusunan dan telaah soal ini menghasilkan instrumen evaluasi yang berkualitas serta mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.

Bagi NTT, persiapan TKA tidak berhenti pada terselenggaranya ujian sesuai jadwal. Mutu proses penyusunan soal juga menjadi bagian penting dalam memastikan evaluasi memberikan gambaran kemampuan akademik siswa secara tepat.

Karena itu, pekerjaan yang dimulai pada 2026 ini menjadi salah satu tahapan awal menuju pelaksanaan TKA 2027. Ketelitian dalam menyusun soal, konsistensi dalam menerapkan standar, serta koordinasi antarpemangku kepentingan akan menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan asesmen yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *