Kupang, detakpasifik.com- Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur (Komda NTT) memberangkatkan 65 relawan dari Kupang menuju Flores untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Menggunakan KM Ilelabalekan, tim menempuh perjalanan sekitar 19 jam menuju Ende. Dari sana, para relawan akan bergerak ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Nagekeo, Ngada hingga Ruteng, sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
Tim kemanusiaan ini diperkuat 18 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan dan tenaga farmasi. Selain memberikan pelayanan kesehatan, para relawan juga akan membantu dapur umum, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum serta pendampingan masyarakat.
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung, mengatakan keberangkatan relawan merupakan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi Pemuda Katolik bersama Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).
Direktur RSJ Naimata Kupang, Novy Enggelin Elim, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak dapat mempercepat penanganan masyarakat terdampak gempa.
Dukungan juga datang dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa solidaritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” katanya.
Setibanya di Flores, tim akan melakukan pemetaan kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk memastikan bantuan dan pelayanan diberikan sesuai kondisi di lapangan.**











