Berita  

Korban Gempa Flores Bertambah Menjadi 33 Orang Meninggal dan 23 Luka-Luka

Maumere, detakpasifik.com- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 33 orang. Selain itu, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Data tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026) siang. Gubernur bersama jajaran Forkopimda NTT langsung melakukan pemantauan penanganan bencana di sejumlah lokasi terdampak.

Berdasarkan data sementara yang diterima pemerintah provinsi, korban meninggal dunia tersebar di lima kabupaten.

READ  Serangan Gagal Terhadap Leo Lelo, Antara Politik Citra dan Pertarungan Demokrat NTT

Rinciannya, tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Sikka, satu orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan satu orang di Manggarai Barat.

Sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 23 orang. Sebanyak enam orang berada di Kabupaten Sikka, 13 orang di Kabupaten Ende, dan empat orang di Kabupaten Manggarai.

Gubernur menegaskan, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, serta pendataan yang masih berlangsung di lapangan.

READ  Di Lereng Merapi, Menyalakan Mimpi Anak Papua

“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan,” kata Melki.

Pemerintah bersama tim SAR, TNI, Polri dan unsur terkait masih melakukan penanganan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

Melki mengatakan, pencarian dan evakuasi menjadi salah satu prioritas utama, terutama terhadap warga yang kemungkinan masih berada di dalam bangunan terdampak.

READ  Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Dipolisikan

Selain penanganan korban, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi terpenuhi. Masyarakat yang rumahnya tidak dapat digunakan membutuhkan makanan, minuman, tempat tinggal sementara, tenda, dan selimut.

“Sekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan,” ujar Melki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *