Kupang, detakpasifik.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menaruh harapan besar kepada Fransiskus Sales Sodo atau Hans Sodo setelah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif NTT, Jumat, 28 Agustus 2026.
Bukan sekadar mengisi jabatan birokrasi yng hampir setahun kosong ditinggal sekda sebelumya yang pensiun, Hans Sodo diharapkan mampu membawa pengalaman mengelola pemerintahan di daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif pesat ke tingkat provinsi.
Harapan itu disampaikan Melki kepada wartawan sesaat setelah melantik Hans Sodo sebagai Sekda definitif NTT di Ruang Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Jumat, 28 Agustus 2026.
Melki menyebut pengalaman Hans selama mengelola pemerintahan di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan swasta di Labuan Bajo, menjadi modal penting untuk mendorong ekonomi produktif di seluruh wilayah NTT.
“Pak Sekda ini punya pengalaman untuk mengorganisir suatu daerah yang punya kapasitas perkembangan yang bagus seperti Labuan Bajo, Manggarai Barat,” kata Melki kepada wartawan.
Menurut Melki, pengalaman Hans dalam mengelola pemerintahan di daerah yang sektor swastanya berkembang dapat menjadi referensi untuk membangun perekonomian NTT dalam skala yang lebih luas.
“Saya berharap Pak Hans nantinya jadi motor untuk kita menggerakkan ekonomi produktif di NTT,” ujarnya.
Melki mengatakan, pengalaman tersebut terutama dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata. Namun, ia berharap pengalaman Fransiskus tidak hanya berhenti pada sektor tersebut.
“Tentu pariwisata dan juga yang lain-lain. Pengalaman di Labuan Bajo menurut saya cukup bisa dipakai untuk kita membuat atau membawa itu ke skala NTT,” katanya.
Pelantikan Hans Sodo berlangsung relatif sederhana. Melki tidak menyampaikan pidato panjang. Ia berbicara secukupnya dan langsung pada pokok persoalan.
Namun, di balik singkatnya sambutan tersebut, tersirat optimisme terhadap kehadiran Sekda definitif setelah Pemerintah Provinsi NTT menunggu hampir satu tahun untuk memiliki pejabat definitif pada posisi strategis itu.
Sebelum menyampaikan pesan-pesannya, Melki terlebih dahulu memberitahu bahwa Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma berhalangan hadir karena sedang sakit.
Melki kemudian menyapa sejumlah pejabat yang hadir di ruangan itu.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah Servulus Bobo Riti. Melki secara terbuka mengapresiasi kehadiran Servulus yang datang dari Jakarta untuk menyaksikan pelantikan Hans Sodo.
Kehadiran Servulus menjadi bagian menarik dari prosesi tersebut. Sebab, ia bersama Hans Sodo Sodo dan Ruth Laiskodat sebelumnya masuk dalam tiga besar kandidat Sekda NTT sebelum pemerintah pusat akhirnya menetapkan Fransiskus sebagai Sekda definitif.
Melki bahkan meminta Servulus berdiri agar dapat dilihat seluruh hadirin.
Cara itu menjadi semacam penanda kalau proses panjang seleksi Sekda NTT itu telah berakhir dan seluruh pihak diharapkan menerima keputusan sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Ruth Laiskodat, yang juga sebelumnya masuk dalam tiga besar kandidat Sekda, tidak tampak hadir dalam pelantikan tersebut.
Tantangan Fransiskus Dimulai
Seetelah resmi dilantik, Hans Sodo harus segera bisa menerjemahkan ekspektasi Melki Laka Lena ke dalam kerja birokrasi.
Harapan Melki cukup jelas. Hans diminta tidak hanya menjadi administrator pemerintahan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi produktif NTT.
Pengalaman Manggarai Barat dan Labuan Bajo menjadi alasan utama Melki memberikan ekspektasi itu.
Labuan Bajo telah berkembang menjadi salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia. Pertumbuhan pariwisata kemudian ikut mendorong aktivitas sektor swasta dan ekonomi masyarakat.
Melki ingin pengalaman itu tidak berhenti sebagai cerita keberhasilan sebuah kabupaten. Ia ingin pengalaman itu dibawa ke tingkat provinsi dan diterjemahkan sesuai karakteristik masing-masing daerah di NTT. (Juan Pesau)









