Berita  

Gempa Belum Usai, Stok Sembako Menipis Harga Mulai Naik

Bonifasius Burhanus meminta pemerintah segera menambah pasokan sembako dan mengawasi kenaikan harga di tengah situasi darurat gempa Manggarai.

Rumah-rumah roboh akibat Gempa Flores pada 15 Agustus 2026

Ruteng, detakpasifik.com- Bencana belum benar-benar usai, tetapi persoalan baru mulai datang.

Di tengah upaya warga bertahan setelah gempa Flores, stok sejumlah kebutuhan pokok di Ruteng, Kabupaten Manggarai mulai menipis. Pada saat yang sama, harga beberapa bahan pangan disebut bergerak naik.

Situasi tersebut ditemukan Anggota DPRD NTT dari Fraksi Gerindra, Bonifasius Burhanus, ketika turun langsung menyisir wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026).

Melalui sambungan seluler kepada detakpasifik, Bonifasius mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok untuk didistribusikan kepada warga terdampak.

“Stok sembako habis di Ruteng. Kami mencari setengah mati,” katanya.

Menurut Bonifasius, kondisi itu harus segera menjadi perhatian pemerintah. Jika pasokan tidak segera ditambah, stok sembako diperkirakan semakin menipis dalam dua hingga tiga hari ke depan.

READ  Pemuda Flobamora Waropen Galang Dana untuk Korban Bencana di Flores

“Stok sembako hampir pasti dua sampai tiga hari ke depan akan habis,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah segera membangun koordinasi lintas wilayah agar pasokan kebutuhan pokok kembali masuk ke Flores, terutama Kabupaten Manggarai.

Menurut pria lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini, ketersediaan sembako tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa dalam situasi pascabencana. Kebutuhan masyarakat meningkat, sementara sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.

Karena itu, pasokan harus dipastikan tetap tersedia di toko-toko agar masyarakat tidak menghadapi persoalan baru setelah bencana.

Harga Mulai Bergerak Naik

Di tengah stok yang menipis, Bonifasius juga menemukan fakta lain yang menurutnya menyakitkan. Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Ia mencontohkan harga mi instan yang sebelumnya sekitar Rp105 ribu per dos. Kini, harga tersebut disebut naik menjadi Rp115 ribu bahkan mencapai Rp125 ribu per dos.

READ  Berkisah Ulang Tentang Mencari Manggarai di Cermin Frans Sales Lega

Harga telur juga disebut mengalami kenaikan. Dari sekitar Rp305 ribu menjadi Rp350 ribu per ikat.

Kenaikan harga tersebut, lanjut Bonifasius, harus segera diawasi pemerintah. Ia khawatir situasi bencana dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Saya minta untuk melakukan monitoring ke toko-toko ini,” katanya.

Bonifasius mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Manggarai. Ia meminta pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan barang, tetapi juga mengawasi pergerakan harga di tingkat pedagang.

Jika ditemukan pedagang yang sengaja menaikkan harga dan memanfaatkan kondisi darurat, Bonifasius meminta pemerintah memberikan sanksi.

READ  Selamat Jalan Mawar Cinta

“Berikan sanksi kepada pedagang yang nakal, yang menaikkan harga memanfaatkan kondisi bencana alam ini,” tegasnya.

Bagi Bonifasius, persoalan stok dan harga sembako merupakan bagian penting dari penanganan bencana.

Bantuan memang terus bergerak menuju wilayah terdampak. Namun, kehidupan warga tidak hanya bergantung pada bantuan yang datang dari posko-posko kemanusiaan.

Mereka tetap membutuhkan pasar yang menyediakan kebutuhan pokok dalam jumlah cukup dan dengan harga yang wajar.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengantisipasi kemungkinan kelangkaan sembako sebelum situasi berkembang lebih jauh.

“Sebab, setelah gempa merobohkan rumah dan mengganggu kehidupan warga, jangan sampai kelangkaan barang dan kenaikan harga justru menjadi beban baru bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk bangkit,” Tutupnya. (Juan Pesau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *