Fisip Unwira Kupang lepas 83 lulusan: Integritas dan Etika jadi Bekal Utama

Yudisium Fisip Unwira Kupang Maret 2026 (foto: Arsen Setiawan)

Kupang, detakpasifik.com- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menyelenggarakan kegiatan yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dengan jumlah peserta sebanyak 83 mahasiswa dari tiga program studi.

Mahasiswa yang diyudisiumkan tersebut terdiri dari 27 orang dari Program Studi Administrasi Publik, 17 orang dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, dan 39 orang dari Program Studi Ilmu Komunikasi.
Momentum yudisium tersebut tidak sekadar menjadi penanda administratif berakhirnya masa studi mahasiswa di bangku kuliah, tetapi juga dip peristiwa intelektual yang menandai simpul perjalanan panjang pencarian pengetahuan. Momen ini menjadi simbol dari ketepatan waktu dalam menyelesaikan studi, kerja keras selama proses pendidikan, dinamika kegelisahan akademik, serta harapan untuk masa depan yang lebih luas di tengah kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan yudisium diawali dengan misa perutusan bagi para peserta yudisium sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan akademik yang telah dilalui. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harper, Kota Kupang, pada Sabtu (7/3/2026).

READ  Labuan Bajo: Kota Kecil dengan Janji Besar

Salah satu lulusan terbaik dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Sintia Bili, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam tujuh semester, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya.

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan semata-mata tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Saya tentu sangat bersyukur atas pencapaian ini. Selama masa studi hingga sampai pada titik ini, apa yang saya capai hari ini sebagai lulusan terbaik bukan hanya sekadar formalitas atau nilai semata, tetapi bagaimana ilmu yang saya peroleh benar-benar dapat saya implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam melihat realitas sosial yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FISIP Unwira Kupang, P. Yoseph Riang, SVD.,M. Ikom dalam sambutannya menegaskan bahwa yudisium merupakan momentum resmi pelepasan mahasiswa dari fakultas setelah menempuh proses pendidikan di tiga program studi yang ada.

READ  Tiga Tekanan terhadap Kepemimpinan Melki Laka Lena

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 83 mahasiswa yang diyudisiumkan pada malam tersebut secara resmi telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya.

Menurutnya, yudisium juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk memasuki “universitas kehidupan” yang sesungguhnya. Di dunia kampus, mahasiswa banyak memperoleh teori dan kerangka pengetahuan. Namun ketika kembali ke masyarakat, ilmu tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sosial.

“Kalau orang pintar itu banyak. Tetapi orang yang memiliki integritas, etika, kejujuran, dan kedisiplinan itu yang sangat dibutuhkan. Kami ingin para lulusan tidak hanya membawa gelar sarjana di atas kertas, tetapi juga membawa nilai dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

READ  Langkah Strategis! Bank NTT Siap Tingkatkan Kinerja Lewat Status Perseroda

Lebih lanjut Pater Yoseph menegaskan bahwa FISIP Unwira berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki nilai pembeda dibandingkan dengan lulusan dari institusi lain. Karena itu, pihak fakultas terus menekankan kepada setiap pimpinan program studi agar mampu membangun nilai jual akademik yang jelas bagi para lulusan.

“Kami ingin ketika alumni keluar dari FISIP Unwira, masyarakat mengetahui bahwa mereka memiliki kualitas yang berbeda. Bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi yang paling utama adalah integritas diri,” tambahnya.

Ia juga menyinggung perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang saat ini dapat dipelajari oleh siapa saja. Namun menurutnya, ada hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yakni pertimbangan moral dan etika dalam mengambil keputusan.Teknologi seperti AI bisa kita pelajari. Tetapi yang tidak bisa digantikan adalah pertimbangan moral dan etika, pungkasnya. (Arsen Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *