Laporan: (fr. Marsel Natar, BHK).
Kupang, detakpasifik.com- Suara peluit wasit, sorak-sorai penonton, tawa anak-anak, lantunan mazmur, hingga semangat para peserta kuis Kitab Suci berpadu menjadi satu dalam rangkaian kegiatan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 dan Pesta Pelindung Kuasi Paroki St. Petrus dan Paulus Oesapa yang akan diperingati pada 29 Juni 2026 yang akan datang.
Berbagai perlombaan yang digelar bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, seluruh kegiatan dirancang sebagai ruang perjumpaan umat untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, memelihara kerukunan, dan menumbuhkan semangat kekeluargaan sebagai satu keluarga besar Allah. Semangat menjadikan kegiatan gerejawi sebagai sarana membangun persaudaraan dan partisipasi umat juga menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan menggereja di berbagai paroki.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal Juni tersebut melibatkan seluruh unsur umat, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), para orang tua, hingga para pemimpin umat di tingkat wilayah dan Komunitas Umat Basis (KUB).
Pada bidang olahraga, panitia menyelenggarakan bola voli putra, bola voli putri, futsal U-7, futsal U-13, futsal ibu-ibu, tenis meja, dan catur. Setiap pertandingan berlangsung meriah dan penuh sportivitas. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara para pendukung memberikan semangat dengan antusias dari pinggir lapangan.
Selain olahraga, kegiatan seni turut mendapat perhatian besar. Kaum muda Katolik menunjukkan kreativitas dan bakat mereka melalui Lomba Vokal Grup OMK, sementara para ketua wilayah dan ketua KUB berpartisipasi dalam Lomba Vokal Solo. Melalui kegiatan ini, bakat seni yang dimiliki umat tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mempererat relasi dan kebersamaan.
Dimensi pembinaan iman juga mendapat porsi penting dalam rangkaian perayaan. Panitia menggelar Lomba Mazmur, Lomba Baca Kitab Suci, dan Lomba Kuis Kitab Suci. Ketiga kegiatan ini menjadi wadah bagi umat untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika dikonfirmasi di sela-sela pertandingan, Ketua Panitia HUT ke-31 sekaligus Wakil Ketua Dewan Kuasi Paroki St. Petrus dan Paulus Oesapa, Hendrik Mones, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar perlombaan.
”Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bagian dari persiapan menyambut HUT ke-31 dan Pesta Pelindung Santo Petrus dan Santo Paulus. Lebih dari sekadar perlombaan, kami ingin menciptakan ruang perjumpaan bagi seluruh umat. Di sini anak-anak, kaum muda, para orang tua, para ketua wilayah, para ketua KUB, dan seluruh umat dapat berkumpul dalam suasana persaudaraan dan sukacita iman,” ungkap Hendrik.
Menurutnya, di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan modern, kesempatan untuk berjumpa dan membangun relasi antar sesama umat semakin terbatas. Karena itu, Gereja perlu menghadirkan ruang-ruang kebersamaan yang memungkinkan umat untuk saling mengenal dan membangun rasa memiliki terhadap komunitasnya.
”Kami ingin menumbuhkan kembali kesadaran bahwa Gereja bukan hanya tempat beribadah pada hari Minggu, tetapi juga rumah bersama tempat kita bertumbuh sebagai satu keluarga Allah. Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta persatuan, kerukunan, kekompakan, dan rasa saling memiliki di antara seluruh umat Kuasi Paroki St. Petrus dan Paulus Oesapa,” lanjutnya.
Hendrik menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak diukur dari jumlah trofi yang berhasil diraih peserta maupun wilayah tertentu.
”Yang terpenting bukanlah piala atau hadiah yang diperoleh, melainkan semangat persaudaraan yang terbangun. Kalau setelah kegiatan ini umat semakin akrab, semakin saling mengenal, semakin kompak dalam pelayanan, maka itulah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Gereja yang menempatkan persaudaraan, partisipasi, dan kebersamaan sebagai fondasi penting dalam kehidupan umat beriman. Berbagai perayaan paroki di Indonesia juga menjadikan momentum hari ulang tahun sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan semangat pelayanan di tengah umat.
Antusiasme umat terlihat nyata dalam setiap kegiatan. Lapangan pertandingan selalu dipenuhi para pendukung, sementara lokasi perlombaan seni dan iman tak pernah sepi dari peserta maupun penonton. Tua dan muda berbaur dalam suasana penuh kegembiraan. Tidak ada sekat wilayah, KUB, usia, ataupun status sosial. Semua hadir sebagai saudara dalam iman yang sama.
Puncak perayaan akan berlangsung pada 29 Juni 2026, bertepatan dengan Pesta Santo Petrus dan Santo Paulus, dua rasul agung yang menjadi teladan kesetiaan, keberanian, dan semangat pewartaan Injil.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, umat Kuasi Paroki St. Petrus dan Paulus Oesapa tidak hanya merayakan bertambahnya usia komunitas mereka menjadi 31 tahun. Lebih dari itu, mereka sedang merawat sesuatu yang jauh lebih berharga: persaudaraan yang menguatkan, persatuan yang menyatukan, kerukunan yang meneduhkan, dan kekeluargaan yang menjadikan Gereja sungguh-sungguh sebagai rumah bersama.











