Atasi Kendala Biaya, Bank NTT Dukung Pengiriman PMI Nagekeo ke Jepang

Kupang, detakpasifik.com- Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus memperluas peluang kerja bagi masyarakatnya dengan menjalin kolaborasi bersama Bank NTT. Kerja sama ini difokuskan pada program penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Jepang melalui jalur resmi dan terstruktur.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberangkatan tenaga kerja, tetapi juga mencakup aspek penting seperti pelatihan, pembiayaan, serta edukasi literasi keuangan bagi para peserta. Pemerintah daerah menilai pendekatan ini sebagai solusi komprehensif untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menjawab tantangan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nagekeo, Petrus Aurellius Asan, menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam pengiriman CPMI adalah tingginya biaya yang harus ditanggung calon pekerja. Biaya tersebut mencakup pelatihan, pengurusan dokumen, hingga kebutuhan administrasi lainnya.

“Secara ideal, pembiayaan pelatihan ditanggung oleh APBD. Namun dengan keterbatasan anggaran daerah, kami menggandeng Bank NTT untuk membantu memfasilitasi pembiayaan bagi para calon pekerja,” ujarnya dalam rapat kerja bersama DPRD, Jumat (6/2/2026).

READ  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Total biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti program ini diperkirakan mencapai Rp65 juta per peserta. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank NTT menghadirkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus CPMI, dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta, suku bunga 6 persen per tahun, serta tenor yang disesuaikan dengan masa kontrak kerja di Jepang.

Kepala Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menegaskan bahwa dukungan perbankan tidak berhenti pada pembiayaan semata. Para peserta juga akan didorong untuk memiliki rekening dan membangun kebiasaan menabung secara rutin.

“Pendapatan yang diperoleh di luar negeri harus dikelola secara produktif, bukan hanya untuk konsumsi. Kami ingin para pekerja memiliki kesiapan finansial ketika kembali ke daerah asal,” jelasnya.

READ  Bank NTT Pastikan Pelunasan Obligasi Seri D Jatuh Tempo Desember 2025

Dalam proses persiapan, para CPMI akan menjalani pelatihan intensif, termasuk pembelajaran bahasa dan budaya Jepang melalui ACE Indonesia, serta pelatihan tenaga kesehatan di LPK Musubu. Materi pelatihan dirancang komprehensif, mulai dari pengenalan budaya seperti origami hingga simulasi kehidupan kerja di Jepang, termasuk interaksi langsung dengan perwakilan perusahaan asal negeri tersebut.

Seleksi peserta dilakukan secara ketat melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nagekeo, sebelum keberangkatan yang dijadwalkan melalui Denpasar.

Selain aspek teknis dan pembiayaan, program ini juga menempatkan literasi keuangan sebagai komponen utama. Bank NTT memberikan pendampingan agar para pekerja mampu mengelola pendapatan dengan bijak, termasuk dalam hal pembayaran cicilan kredit, menabung, hingga perencanaan usaha setelah masa kerja berakhir.

READ  Bank NTT Jalin Kerja Sama Strategis dengan Perumda Air Minum Kota Kupang

Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRD setempat. Ketua Komisi I DPRD Nagekeo, Lukas Mbulang, menilai inisiatif ini sebagai langkah penting untuk memastikan masyarakat bekerja ke luar negeri melalui jalur legal dan aman.

“Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan perbankan menjadi kunci agar generasi muda Nagekeo tidak hanya mendapatkan pekerjaan di luar negeri, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap dapat menekan angka pengangguran sekaligus membuka akses terhadap pengalaman kerja internasional. Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan generasi pekerja migran yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga cakap dalam mengelola keuangan demi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *