Kupang, detakpasifik.com – Penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu menjawab tantangan zaman. Melihat peluang tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus memperluas langkah strategis dengan membangun kemitraan bersama berbagai institusi, termasuk dunia pendidikan, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu peluang besar yang kini menjadi perhatian adalah pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi bersama Universitas Nusa Cendana (Undana). Dengan kekuatan sumber daya akademik dan jaringan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, Undana dinilai memiliki posisi penting dalam membantu memperkuat kapasitas pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.
Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada aspek pembiayaan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas usaha masyarakat. Pendampingan manajemen, penguatan strategi bisnis, kajian pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting untuk membantu UMKM lokal naik kelas.
Bagi Bank NTT, pengembangan UMKM merupakan bagian dari komitmen besar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Sebagai bank daerah yang tumbuh bersama masyarakat NTT, Bank NTT melihat bahwa sektor UMKM memiliki peran vital dalam membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi keluarga, serta menciptakan rantai ekonomi lokal yang produktif.
Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, menyampaikan bahwa kerja sama strategis dengan Undana memiliki nilai penting, terutama dengan melihat besarnya potensi pasar dan ekosistem yang tersedia.
Menurutnya, dengan total aset Bank NTT yang telah mencapai sekitar Rp20 triliun, penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan seperti Undana dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah.
“Undana memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas generasi muda dan sumber inovasi. Jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 30 ribu orang menjadi segmen strategis dalam memperluas pemahaman serta pemanfaatan layanan keuangan,” ujar Aloysius, Senin (8/6/2026).
Keberadaan ribuan mahasiswa tersebut tidak hanya dipandang sebagai pasar potensial, tetapi juga sebagai bagian dari generasi masa depan yang perlu dibekali literasi keuangan sejak dini. Melalui pendekatan inklusi keuangan, Bank NTT ingin mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan layanan perbankan yang modern, aman, dan mudah diakses.
Di sisi lain, penguatan UMKM melalui dukungan akademik juga diyakini mampu menciptakan pola baru dalam pembangunan ekonomi daerah. Perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat inovasi, sementara Bank NTT hadir melalui dukungan pembiayaan dan layanan keuangan.
Dengan perpaduan tersebut, diharapkan lahir ekosistem usaha yang tidak hanya bertumpu pada modal, tetapi juga pada pengetahuan, teknologi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar.
Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari Bupati Kupang Yosef Lede yang melihat kolaborasi antara Bank NTT dan Undana sebagai peluang besar bagi kemajuan daerah.
Sebagai salah satu pemegang saham Bank NTT, ia menegaskan bahwa keberadaan bank daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan.
Menurutnya, dana yang dikelola Bank NTT harus terus diarahkan pada program-program yang memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi bersama Undana menjadi salah satu upaya mempercepat modernisasi tata kelola keuangan, memperkuat kapasitas UMKM, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur.
Melalui berbagai inovasi dan kemitraan strategis, Bank NTT terus menegaskan perannya sebagai institusi keuangan daerah yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun masa depan ekonomi NTT yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. (JP)











