Kupang, detakpasifik.com- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti terbaru resmi dilantik pada Minggu, 8 Februari 2026, di Hotel Harper, Kota Kupang. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dan turut dihadiri sejumlah pengurus KONI pusat.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI NTT. Dalam momentum tersebut Provinsi NTT menargetkan menembus 10 besar Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dalam sambutannya, Marciano Norman menegaskan dukungan penuh KONI Pusat terhadap langkah-langkah strategis KONI NTT, termasuk dalam hal pendanaan dan pemanfaatan fasilitas olahraga.
“Anggaran melalui APBD dan APBN, khususnya yang dialokasikan lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga, harus dioptimalkan. Prinsipnya, kita memaksimalkan seluruh venue yang sudah ada dengan melakukan renovasi dan peningkatan kualitas, tanpa pembangunan baru yang membutuhkan anggaran besar,” ujar Marciano.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen organisasi yang solid dan terarah agar target prestasi nasional dapat tercapai.
Sementara itu, Gubernur NTT sekaligus Ketua Umum KONI NTT, Melki Laka Lena, menyatakan komitmennya untuk mempercepat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan kesiapan NTT, baik sebagai daerah pembina atlet maupun sebagai tuan rumah cabang olahraga nasional.
“Sesuai penugasan, kami akan bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menyampaikan secara detail kesiapan NTT, khususnya terkait cabang-cabang olahraga yang akan dilombakan di NTT. Kami juga akan melaporkan langsung kepada Presiden mengenai kesiapan tersebut,” kata Melki.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan anggaran sebesar Rp250 miliar melalui APBD. Dana tersebut disiapkan sebagai bukti konkret kesiapan NTT dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala nasional sekaligus peningkatan prestasi atlet daerah.
Selain itu, KONI NTT akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan dikomandoi oleh Wakil Gubernur NTT. Satgas ini bertugas mengoordinasikan persiapan teknis, pembinaan atlet, serta kesiapan sarana dan prasarana olahraga.
“Kami juga akan memastikan seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan digelar minimal satu kali setiap tahun dan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah provinsi dalam meningkatkan prestasi atlet daerah secara berkelanjutan,” tegas Melki.
Dalam struktur kepengurusan KONI NTT, Ketua Umum Emanuel Melkiades Laka Lena didukung 11 Wakil Ketua Umum yakni Johni Asadoma, Frans Sarong, Patris Lali Wolo, Mohammad Ansor, Alfridus Bria Seran, Muhammad Supriyadin Pua Rake, Inche D. P. Sayuna, Lambertus Tukan, Reny H. Marlina Un, Christine Samiyati Pati dan Kristoforus Loko. Posisi Sekretaris Umum dijabat Alfons Theodorus, sementara Bendahara Umum dipercayakan kepada Bili Raja Pono.
Kepengurusan KONI NTT juga dilengkapi dengan berbagai bidang strategis, mulai dari pembinaan prestasi, sport science, kesehatan dan kesejahteraan atlet, perencanaan, hukum, kerja sama dalam dan luar negeri, hingga media dan hubungan masyarakat.
Dengan komposisi pengurus yang lengkap dan lintas latar belakang, KONI NTT diharapkan mampu menghadirkan tata kelola olahraga yang profesional, transparan, dan berorientasi prestasi, sekaligus mengangkat martabat olahraga NTT di tingkat nasional. (Juan Pesau)









