Bank NTT Percepat Transformasi Menuju Bank Daerah Modern dan Kompetitif

Kupang, detakpasifik.com- Bank NTT terus melakukan berbagai langkah pembenahan guna memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang sehat, modern, dan mampu bersaing di tengah dinamika industri perbankan. Komitmen tersebut tercermin dalam sejumlah kebijakan strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026.

Melalui rencana tersebut, Bank NTT menyiapkan berbagai agenda pembaruan yang mencakup pengembangan usaha, penataan struktur keuangan, penguatan etos kerja profesional, hingga percepatan transformasi layanan berbasis teknologi digital.

Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa proses transformasi ini bukan sekadar program internal, tetapi merupakan komitmen bersama antara manajemen dan para pemegang saham.

“Para pemegang saham memberikan dukungan penuh terhadap semangat transformasi total yang sedang dijalankan untuk membawa Bank NTT menuju perubahan yang lebih baik,” kata Rahmat Saleh

READ  Retret Forkoma PMKRI NTT: Ruang Pulang, Ruang Berbagi

Tiga Pilar Utama Transformasi

Rahmat menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada kebijakan manajemen, tetapi juga memerlukan konsolidasi yang kuat di seluruh lini organisasi. Kesamaan pemahaman di antara jajaran internal dinilai penting agar setiap langkah perubahan berjalan selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTT sebagai pemegang saham mayoritas.

Menurutnya, strategi transformasi Bank NTT dibangun di atas tiga pilar utama.

Pertama, pembenahan proses bisnis.
Langkah ini mencakup penyederhanaan alur birokrasi, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan standar kinerja pada setiap unit kerja. Dengan sistem kerja yang lebih efektif dan terukur, diharapkan produktivitas organisasi dapat meningkat secara signifikan.

Kedua, percepatan transformasi digital.
Bank NTT mendorong modernisasi layanan perbankan dengan memanfaatkan teknologi digital. Upaya ini bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi.

READ  Angka Kepuasan 80,5% dan Ujian Kualitas Pembangunan NTT

Ketiga, penguatan budaya kerja dan pelayanan humanis.
Selain pembaruan sistem dan teknologi, Bank NTT juga berfokus membangun budaya kerja profesional yang tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Orientasi pelayanan prima menjadi salah satu prioritas agar hubungan dengan nasabah semakin kuat dan berkualitas.

“Pelaksanaan transformasi diarahkan terutama pada percepatan digitalisasi serta penguatan budaya kerja yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar pelayanan kepada nasabah,” jelas Rahmat.

Mendorong Lompatan Kinerja

Berbagai agenda perubahan tersebut dirancang untuk menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan dalam kurun waktu dua tahun mendatang. Bank NTT menargetkan kondisi keuangan yang semakin sehat, sistem tata kelola yang lebih tertata, serta kemampuan bersaing yang lebih kuat di tingkat nasional.

READ  Suara yang Tergilas, Hati yang Melawan : Demonstrasi sebagai Panggilan Kesadaran

Menurut Rahmat, transformasi yang sedang berjalan juga menjadi momentum bagi seluruh karyawan Bank NTT untuk meningkatkan kapasitas diri dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia mengajak seluruh insan Bank NTT untuk berperan aktif mendukung program perubahan tersebut sehingga visi besar perusahaan dapat tercapai.

“Kita ingin menjadikan Bank NTT sebagai lembaga perbankan daerah yang modern, kompetitif, serta memiliki daya saing tinggi,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham serta sinergi bersama pemerintah daerah, Bank NTT optimistis agenda transformasi tahun 2026 akan menjadi titik penting dalam memperkuat peran bank pembangunan daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Bank NTT semakin tangguh dan relevan dalam menghadapi tantangan industri perbankan di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *