Berita  

Retret Forkoma PMKRI NTT: Ruang Pulang, Ruang Berbagi

Di Biara SSpS Bello, Kupang, Jumat (12/12/2025) angin malam membelai dengan lembut ketika lonceng misa pembukaan mengalun. Retret Forkoma PMKRI NTT Regio Timor dimulai. Suasana hening bercampur haru seolah menyambut para alumni yang datang dari berbagai cabang dari Regio Timor, melanjutkan rangkaian retret sebelumnya yang digelar di Ruteng untuk Regio Flores.

Di balik doa dan liturgi pembukaan, para alumni hadir dengan cerita masing-masing tentang perjalanan hidup, tentang masa-masa aktif di PMKRI, dan tentang kerinduan untuk kembali bertemu dalam satu ruang kebersamaan. Misa dipimpin Romo Leo Mali, menggantikan Uskup Agung Kupang yang berhalangan hadir.

Malam Pertama, Rindu yang Menemukan Rumahnya

Setelah misa, aula makan berubah menjadi ruang temu kangen. Meja makan menjadi tempat cerita lama kembali hidup. Alumni saling menyalami, larut dalam gelak tawa dan nostalgia. Ada yang baru kembali setelah bertahun-tahun mengabdi di luar daerah. Ada pula yang selama ini hanya saling menyapa lewat grup WhatsApp, kini bisa bertukar cerita tanpa layar gawai.

READ  Presiden Prabowo Disambut Raja dan Ratu Belanda

Tidak lama berselang, acara resmi dimulai. Ketua panitia, Paskalis Jurman Angkur, menyampaikan laporan singkat mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan. Di antara deretan bangku undangan terlihat Sekjen DPP Forkoma PMKRI, serta banyak nama besar yang pernah mengabdikan diri dalam organisasi ini. Ada Romo Leo Mali, Jhoni Kaunang, Frans Sarong, Frans Kape, Leo Lelo, Ferdy Lehot, Simon Soli, Linus Lusi, Dion DB Putra, dan ratusan alumni Regio Timor lainnya.

Tema yang Lahir dari Sebuah Perjalanan Panjang

Ketua DPD Forkoma PMKRI NTT, Alo Min, menyampaikan bahwa tema retret “Mari Kita Memulai Lagi untuk Berbagi” adalah hasil permenungan panjang. Menurutnya, para alumni telah berjalan jauh meninggalkan masa aktif di PMKRI, kadang terseret kepentingan masing-masing.

READ  Retret Forkoma PMKRI NTT, Menata Ulang Kompas Moral Alumni

“Retret ini menjadi ruang untuk kembali duduk bersama sebagai satu keluarga yang lahir dari rahim yang sama yaitu PMKRI,” ujarnya.
“Kita kembali untuk menyapa rindu, berbagi cerita, dan menyamakan rasa sebagai saudara. Kita boleh berbeda di luar, bisa saja berbenturan oleh kepentingan, tetapi kita tetap satu keluarga: PMKRI.”

Ia juga menegaskan bahwa Forkoma akan terus memastikan proses pembinaan di tubuh PMKRI tetap berjalan. Bagi Alo Min, kembali ke PMKRI ibarat pulang ke akar tempat nilai-nilai itu tumbuh.

Menanti Kehadiran Gubernur NTT

Salah satu momen yang ditunggu adalah kehadiran Gubernur NTT, Melki Laka Lena, yang juga merupakan kader Forkoma PMKRI. Beliau telah dipastikan hadir pada hari kedua retret untuk membawakan materi khusus bagi para peserta.

READ  Amartha Perkuat Pemberdayaan Perempuan di NTT, Salurkan Pembiayaan hingga Rp 35 Triliun ke 3,3 Juta UMKM

Usai sesi pembukaan, malam belum berakhir. Romo Leo Mali kembali tampil membawakan materi perdana, dilanjutkan pemaparan dari Dewan Penasehat, Frans Sarong dan Sekjen DPP Forkoma PMKRI tentang qou vadis Forkoma. Puncaknya adalah malam fraternitas. Di PMKRI malam fraternitas adalah tradisi perjumpaan, perayaan kebersamaan, dan temu sapa lintas generasi. Dalam suasana santai, para alumni kembali meneguhkan ikatan yang kadang renggang oleh jarak dan waktu.

Di bawah langit malam Kupang yang tampak muram usia diguyur hujan, retret Forkoma PMKRI NTT tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga perjalanan batin. Retret ini adalah ruang untuk kembali menata, mengingat dari mana semua dimulai, dan memulai kembali untuk berbagi.

Sebab pada akhirnya, PMKRI bukan sekadar organisasi. PMKRI adalah rumah. Rumah yang selalu membuka pintu bagi anak-anaknya untuk kembali pulang. (Juan Pesau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *