Berita  

Retret Forkoma PMKRI NTT, Menata Ulang Kompas Moral Alumni

Gubernur NTT, Melki Laka Lena memberikan ucapan atas digelarnya retret Forkoma PMKRI NTT.

Kupang, detakpasifil.com- Forkoma PMKRI NTT tengah mempersiapkan retret akbar bagi para alumni Regio Timor yang akan berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di Biara SSpS Bello, Kupang. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari retret Regio Flores yang sebelumnya digelar di Ruteng.

Panitia memperkirakan sekitar 300 alumni akan hadir. Ketua panitia, Paskalis Jurman Angkur mengatakan kehadiran ratusan alumni dalam retret tersebut menandakan kuatnya ikatan emosional dan komitmen lintas generasi dalam keluarga besar PMKRI.

“Kita pastikan 300 peserta bakal hadir dalam retret ini,” ujar Paskalis, Kamis (11/12/2025) malam.

READ  Presiden Prabowo Disambut Raja dan Ratu Belanda

Ketua DPD Forkoma PMKRI NTT, Aloysius Min, menegaskan retret ini bukan sekadar perjumpaan rutin. Ia menyebutnya sebagai “ruang jeda” bagi para alumni yang kini berkecimpung di dunia profesional, sosial, hingga politik. Menurutnya, tema yang diusung “Mari Kita Memulai Lagi untuk Berbagi” adalah ajakan bagi para alumni kembali pada nilai dasar PMKRI yaitu kristianitas, fraternitas, dan intelektualitas.

“Retret ini mengingatkan kita akan akar panggilan yang dulu membentuk diri kita. Dengan saling berbagi pengalaman, kita menata ulang kompas nilai untuk kembali berperan lebih signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.

READ  Kritik Ret-ret ASN NTT dan Urgensi Pembinaan Mental Aparatur

Alo Min menilai, kompleksitas zaman menuntut keberanian moral dan kejernihan berpikir, dua hal yang menjadi karakter khas alumnus PMKRI. Karena itu, retret dirancang bukan sebagai forum ceramah satu arah, tetapi dialog terbuka yang memungkinkan para alumni membaca ulang perjalanan hidup masing-masing.

Sejumlah tokoh gereja, pemerintahan, akademisi, dan senior PMKRI dijadwalkan menjadi pemantik. Namun, bagi Forkoma, inti retret terletak pada proses kontemplatif yang mengembalikan para alumni pada akar spiritualitas dan panggilan publik yang pernah menuntun mereka mengabdi bagi Gereja dan Tanah Air.

READ  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Harapannya, demikian Alo Min, momentum pertemuan besar itu bukan hanya meneguhkan kembali persaudaraan, tetapi membuka jalan bagi keterlibatan baru. Mulai dari karya sosial hingga advokasi publik yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Ini saatnya kita kembali menyumbang sesuatu yang nyata bagi tanah ini,” tegasnya.

Dengan semangat Pro Ecclesia et Patria, retret Forkoma PMKRI NTT ini menjadi panggilan untuk meneguhkan kembali komitmen moral di tengah dunia yang berubah cepat.

“Ini adalah ajakan bagi para alumni untuk memulai lagi, dan berbagi lagi. Tutup Alo Min.* (Juan Pesau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *