Berita  

Forum Pembauran Kebangsaan NTT Gelar Silaturahmi Lintas Etnis

Theodorus Widodo

Kupang, detakpasifik.com- Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadwalkan menggelar kegiatan Silaturahmi Lintas Etnis pada Rabu petang, 29 April 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh para tokoh lintas etnis serta sejumlah figur yang berperan dalam perintisan terbentuknya FPK di Provinsi NTT. Secara historis, FPK dibentuk pada masa kepemimpinan Drs. Florianus Mekeng di lingkungan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Provinsi NTT. Ketua pertama FPK Provinsi NTT adalah Pius Rengka.

Dalam perkembangannya, FPK menjadi salah satu forum strategis yang berfungsi sebagai ruang perekat relasi lintas etnis dan identitas primordial. Kehadiran forum ini dipandang penting dalam memperkuat kohesi sosial serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam konteks dinamika relasi antar etnis dan antaragama di Indonesia yang pada periode tertentu diwarnai oleh menguatnya ideologi politik berbasis identitas.

READ  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Pemerintah pada saat itu menyadari keterbatasannya dalam menjangkau seluruh aspek kehidupan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, pembentukan forum-forum nonnegara seperti FPK menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam merawat kebangsaan.

Sejak berdiri, FPK Provinsi NTT telah menginisiasi berbagai kegiatan, salah satunya adalah gagasan pembangunan Monumen Garuda Pancasila sebagai rumah bersama di kawasan Bolok, di atas lahan milik keluarga Ir. Theodorus Widodo. Gagasan ini mendapat dukungan dari Gubernur NTT saat itu, Frans Lebu Raya, yang kemudian mendorong penyelenggaraan seminar nasional tentang upaya merawat persatuan bangsa di tengah keragaman etnis dan agama.

READ  Membangun dengan Mental atau Membangun Mental?

Seminar tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam diskursus kebangsaan di daerah, khususnya dalam memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga integrasi nasional di tengah kemajemukan.

Namun demikian, pembangunan Monumen Garuda Pancasila yang direncanakan tersebut belum dapat diselesaikan akibat adanya persoalan hukum yang menghambat proses pembangunan. Meski demikian, Gubernur NTT saat ini, Melki Laka Lena, telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan monumen tersebut pada masa kepemimpinannya. Kepada para pengurus yang dipimpin oleh Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo yang menemuinya, Gubernur Melki menegaskan: “Saya akan tuntaskan itu monumen Pancasila”. Ucapan itu disambut gembira para pengurus FPK NTT.

READ  Kolaborasi dengan Gereja dan BUMN, Aktivis 98 Salurkan 2.000 Paket Natal

Sementara itu, Ketua FPK Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo, menjelaskan bahwa semangat utama penyelenggaraan Silaturahmi Lintas Etnis ini merujuk pada mandat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006. Regulasi tersebut menjadi dasar pembentukan FPK sebagai wadah yang menaungi berbagai paguyuban etnis, dengan tujuan memperkuat silaturahmi dan meningkatkan rasa persaudaraan antarwarga dalam bingkai kebangsaan.

Selama masa kepemimpinan FPK dipimpin Ir. Theodorus Widodo telah banyak kegiatan digelar di Kota Kupang yang bernuansa perekatan solidaritas warga negara lintas etnik di kota ini. Maka pertemuan petang 29 April 2026 di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang merupakan bagian penting dari serial perajutan relasi lintas etnik di kota terbesar di Indonesia Selatan ini. (pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *