Kupang, detakpasifik.com- Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menetapkan target ambisius dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp350 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan bank daerah tersebut dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Direktur Umum Bank NTT, Rahmat Saleh, menyampaikan bahwa penyaluran KUR tahun ini akan diarahkan secara lebih selektif ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu sektor yang mendapat prioritas utama adalah pertanian, mengingat perannya yang masih sangat dominan dalam struktur ekonomi daerah.
Menurutnya, penyaluran pembiayaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target nominal, tetapi juga pada kualitas pemanfaatan dana oleh para pelaku usaha. KUR diharapkan benar-benar menjadi modal penggerak kegiatan ekonomi produktif di tingkat masyarakat.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya besarnya penyaluran, tetapi bagaimana dana tersebut mampu digunakan secara efektif untuk mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Bank NTT juga tetap menyasar sektor lain yang memiliki potensi ekonomi tinggi seperti perikanan, peternakan, serta berbagai usaha mikro berbasis rumah tangga. Diversifikasi ini dilakukan untuk memperluas dampak pembiayaan terhadap berbagai lapisan pelaku usaha di daerah.
Bank NTT juga menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah-wilayah terpencil di NTT. Upaya ini dilakukan agar pelaku UMKM di daerah pelosok tetap mendapatkan akses pembiayaan yang setara dengan wilayah perkotaan.
Tidak hanya menyalurkan kredit, Bank NTT turut memperkuat program pendampingan bagi para debitur KUR. Pendampingan tersebut mencakup edukasi pengelolaan keuangan, penguatan kapasitas usaha, hingga pemantauan penggunaan dana agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan dapat menekan risiko kredit bermasalah.
Melalui strategi tersebut, Bank NTT menargetkan terciptanya efek berantai terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan produktivitas usaha, pembukaan lapangan kerja baru, hingga penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dengan target penyaluran mencapai Rp350 miliar, Bank NTT optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2026. Sekaligus, mempertegas perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.











