Bank NTT Dorong Nilai Pancasila Lewat Pembiayaan Inklusif dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Ende, detakpasifik.com– Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali bagaimana nilai-nilai dasar bangsa diterapkan dalam kehidupan nyata. Bagi PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), semangat Pancasila menjadi landasan untuk terus memperluas pelayanan dan menghadirkan akses ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Senin (1/6/2026).

Rahmat mengatakan, Pancasila bukan hanya menjadi simbol kebangsaan, tetapi juga nilai yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam memberikan pelayanan publik dan menjalankan fungsi perbankan sebagai penggerak pembangunan daerah.

READ  Bank NTT Ubah Strategi KUR: Tak Lagi Sekadar Pinjamkan Uang

“Pancasila harus hadir dalam setiap aktivitas kita. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, salah satu nilai penting yang menjadi perhatian Bank NTT adalah sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi pijakan utama bagi Bank NTT dalam menjalankan peran sebagai bank milik daerah yang memiliki tanggung jawab terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai institusi keuangan daerah, Bank NTT terus berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pembiayaan. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku usaha besar, tetapi juga menyasar sektor ekonomi rakyat seperti usaha mikro, pedagang kecil, petani, serta kelompok produktif lainnya.

READ  Dukung UMKM, Bank NTT Salurkan Rp300 Juta di Kabupaten Kupang

“Kami ingin memastikan masyarakat dari berbagai lapisan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan permodalan. Ekonomi daerah tumbuh karena ada kontribusi dari seluruh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Rahmat, keberpihakan terhadap masyarakat diwujudkan melalui berbagai program pembiayaan yang mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarga. Salah satu instrumen yang menjadi perhatian adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi akses penting bagi masyarakat kecil dalam mengembangkan usaha.

Ia menilai, KUR bukan sekadar fasilitas pinjaman, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi agar masyarakat memiliki kemampuan meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

READ  Bank NTT Tegaskan Reformasi Total SDM, Rekrutmen Pegawai Dijanjikan Transparan dan Berbasis Kompetensi

“Melalui pembiayaan yang tepat sasaran, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Rahmat.

Selain fokus pada sektor ekonomi, Bank NTT juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Rahmat menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Semangat Pancasila harus menjadi energi bersama untuk membangun NTT yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing. Peran setiap pihak sangat penting dalam menciptakan kemajuan yang dirasakan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *