Berita  

Yunus Takandewa Kerahkan Kader PDI Perjuangan NTT Kawal Kebutuhan Dasar Korban Gempa Flores

Yunus meminta seluruh kader, badan, sayap, dan relawan memperkuat pemantauan lapangan, memastikan kebutuhan pangan dan air bersih terpenuhi, membantu evakuasi pasien, serta mengarahkan warga pada informasi resmi kebencanaan.

Pamflet PDI-P NTT

Kupang, detakpasifik.com- Penanganan warga terdampak gempa Flores diminta tidak berhenti pada distribusi bantuan dan kehadiran relawan di lapangan. Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) Yunus Takandewa menginstruksikan seluruh jajaran partai memperketat pemantauan kebutuhan warga, terutama pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan evakuasi pasien.

Instruksi tersebut diterima media ini, Rabu (19/8/2026), dan ditujukan kepada kader, struktur partai, badan, sayap, serta relawan yang terlibat dalam penanganan gempa.

Yunus menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar sebagai prioritas dalam situasi darurat. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada warga terdampak yang mengalami kekurangan makanan dan air.

“Tidak boleh ada yang kelaparan karena tidak ada makan dan minum/air bersih.”

Instruksi itu menunjukkan bahwa perhatian partai diarahkan pada kebutuhan paling mendasar yang dihadapi masyarakat di titik-titik terdampak.

READ  Respons Cepat Gubernur NTT Tangani Dampak Gempa Flores

Selain memastikan ketersediaan makanan dan air bersih, jajaran yang berada di lapangan diminta membantu menangani warga yang membutuhkan pertolongan medis, termasuk pasien dengan kondisi serius.

Yunus meminta pasien yang membutuhkan penanganan segera dibantu untuk mendapatkan layanan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat yang menuntut koordinasi cepat di lapangan, terutama ketika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menunggu terlalu lama.

Tidak hanya mengatur distribusi bantuan, Yunus juga meminta struktur partai melakukan pengecekan secara berkala ke lokasi pengungsian dan titik konsentrasi warga terdampak.

Pemantauan langsung dinilai penting agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Dengan pola itu, jajaran partai tidak hanya mengandalkan laporan yang diterima dari satu titik, tetapi mendatangi langsung warga dan melihat perkembangan situasi.

READ  Demokrat Buka Posko di Wilayah Terdampak Gempa Flores, Fokus Bantuan Darurat

Instruksi tersebut juga memperluas fungsi relawan. Mereka tidak hanya dituntut menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai kebutuhan masyarakat untuk kemudian diteruskan dalam koordinasi penanganan.

Informasi Gempa Harus Mengacu Sumber Resmi

Di tengah situasi pascabencana, Yunus turut meminta kader dan relawan ikut menjaga ketenangan masyarakat.

Mereka diminta memberikan edukasi agar warga tidak mudah panik dan mengarahkan masyarakat memperoleh informasi kebencanaan dari BMKG maupun lembaga resmi lainnya.

Arahan ini menjadi penting karena informasi mengenai gempa dan potensi kejadian susulan dapat dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Informasi yang belum terverifikasi berisiko menambah kepanikan warga yang masih berada dalam kondisi rentan.

READ  Laudato Si’ di Lereng Merapi: Sebuah Jalan Pulang bagi Ciptaan

Karena itu, kader di lapangan tidak hanya diarahkan bekerja pada sektor logistik dan kesehatan, tetapi juga membantu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Yunus Takandewa sendiri diketahui masih berada di wilayah terdampak bersama Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, Sri Rahayu, serta tim medis partai.

Kehadiran mereka diarahkan untuk mendampingi warga sekaligus membantu proses penanganan di wilayah terdampak.

Di bagian akhir instruksinya, Yunus meminta seluruh kader dan relawan terus bekerja dalam penanganan masa darurat.

“Terus berjuang bersama untuk penanganan darurat,” tulis Yunus.

Ia juga menyerukan gotong royong dalam proses pemulihan pascagempa Flores.

“Selamat berjuang, gotongroyong pulihkan bencana gempa Flores. Salam dari lokasi bencana. Merdeka…!!”

Instruksi tersebut ditandatangani Yunus Takandewa selaku Ketua DPD PDI Perjuangan NTT. (JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *