Demokrat NTT Mulai Beriak Menyusul Pencalonan Ketua Demokrat NTT

Partai Demokrat NTT saat menggelar konsolidasi kader di Kupang (dokpri)

Kupang,detakpasifik.com- Mesin Partai Demokrat NTT kini mulai beriak menyambut perhelatan kompetisi calon ketua di partai itu. Informasi yang diperoleh menyebutkan tiga kandidat kuat bakal bertarung masing-masing Leonardus Lelo (petahana), Anita Gah (anggota DPR RI) dan Willy Lay (Bupati Kabupaten Belu).

Sumber detakpasifik menyebutkan tiap kandidat didukung pendukung garis keras. Leo Lelo, katanya, paling banyak didukung pengurus DPD dan DPC di Kabupaten, khususnya di Flores Lembata. Pendukung Anita Gah dimotori antara lain oleh politisi muda Herry Pullu, anggota pengurus DPD Partai Demokrat. Willy Lay konon didukung keras Winston Neil Rondo yang direstui Benny Kabur Harman, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Menanggapi informasi itu, politisi senior NTT yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Gabriel Suku Kotan (GSK), melalui saluran telpon, Jumat, 14 Agustus 2026, mengatakan, perihal siapa kandidat Ketua DPD Partai Demokrat NTT merupakan dinamika politik yang sangat wajar dalam politik kepartaian.

READ  DPD Partai Demokrat NTT Resmi Luncurkan "Klinik Hukum"

Kata GSK, siapa pun yang berminat menjadi Ketua Partai Demokrat bukanlah isu sangat hangat. Itu hanya informasi sangat wajar terjadi. Ia menambahkan kompetisi calon ketua partai merupakan dinamika internal partai politik. Kompetisi itu niscaya terjadi kapan saja, tetapi semua hal itu beriringan dengan kompetisi politik tahun 2029.

Meski GSK tidak terang menyebutkan dirinya condong ke kandidat yang mana dari tiga nama yang disebut-sebut itu, tetapi GSK berpikir bahwa setiap anggota Partai Demokrat memiliki peluang untuk dicalonkan. Perihal kemenangan nantinya, bukan hanya ditakar melalui apa kata para pengamat politik di luar, melainkan sangat ditentukan oleh dinamika harian di internal partai sambil cermat membaca kebutuhan ideal partai. Prospek Partai Demokrat sangat positif, karena itu semua jenis kompetisi internal partai memperhatikan aksi praksis politik tiap hari hingga fase pemilihan.

READ  Lautan Mahasiswa Baru UKSW Diterima di Salatiga

Politisi kawakan kelahiran Lembata itu menyebutkan, sebagai partai besar, Demokrat sewajarnya menyiapkan diri dengan baik untuk menyongsong pesta akbar tahun 2029. Partai Demokrat, kata GSK, tidak hanya memikirkan kepentingan politik skala provinsial NTT, tetapi Demokrat NTT sekaligus meneropong dinamika politik nasional hingga tahun 2029.

“Dinamika harian itu sangat penting dicermati. Blocking politik berbasis dukungan aktor bukanlah satu-satunya kunci elektoral personal atau individual,” kata politisi sekaligus pengacara kesohor NTT ini.

Politisi Demokrat Paskalis Angkur dalam percakapan dengan detakpasifik beberapa waktu silam membenarkan informasi bahwa Demokrat sedang berdinamika serius. “Tiga nama itu kini disebut-sebut oleh kalangan internal di Demokrat. Kita juga lihat ada pengelompokan dukungan yang didukung para aktornya di DPD Partai Demokrat dan afiliasinya,” ujar Paskalis.

Hal senanda diakui Herry Pullu pada satu kesempatan. Politisi muda asal Ngada ini menyebutkan, dirinya condong mendukung Anita Gah demi menjawab panggilan zaman.

READ  Fraksi Demokrat Setujui Tujuh Ranperda Penting NTT, Soroti Tata Kelola Pemerintah dan Kinerja BUMD

“Kaum perempuan kian menonjol dalam politik di NTT. Anita Gah, bukan politisi baru kemarin sore,” ujar Herry Pullu yang kerap disapa Ei oleh kalangan terdekat.

Kelompok pendukung Willy Lay belum dikonfirmasi. Tetapi, beberapa bulan silam Willy Lay mengunjungi Benny Kabur Harman di kebunnya di Melo, Manggarai Barat. Tidak diketahui pasti Willy Lay menemui Bennny di kebunnya di Melo itu terkait dengan pencalonannya sebagai Ketua Partai Demokrat.

Gabriel Suku Kotan menyebutkan kunjungan Willy Lay ke Benny Kabur Harman, itu tidak serta merta terkait dengan dinamika politik internal di Partai Demokrat. Sangat mungkin, Willy Lay menemui Benny Harman terkait posisi Benny di DPR RI. “Willy Lay mungkin menyampaikan aspirasi pembangunan Kabupaten Belu agar diperjuangkan melalui saluran anggota DPR RI Komisi III,” kata GSK. (dp/pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *