Bank NTT Perkuat Fondasi Pertumbuhan, Tambahan Modal Rp38 Miliar Jadi Energi Baru Pembangunan Ekonomi NTT

Kupang, detakpasifik.com- Di tengah dinamika perekonomian daerah yang terus bergerak, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali memperkuat langkah strategisnya. Dukungan pemegang saham melalui tambahan modal menjadi sinyal kuat bahwa bank kebanggaan masyarakat NTT ini terus diarahkan untuk tumbuh lebih besar, sehat, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026 Bank NTT yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Malaka dan Kabupaten Alor menyepakati penyertaan modal dengan total nilai mencapai Rp38 miliar. Tambahan modal itu terdiri dari Rp30 miliar dari Pemerintah Provinsi NTT, Rp5 miliar dari Kabupaten Malaka, serta Rp3 miliar dari Kabupaten Alor.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata para pemegang saham terhadap penguatan kapasitas Bank NTT agar semakin mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Penambahan modal ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat Bank NTT ke depan. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham memiliki komitmen agar bank ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Melki.

READ  RUPS LB Bank NTT Pangkas Direksi dan Komisaris, Pemegang Saham Sepakati Tambahan Modal

Tak hanya melalui tambahan modal dalam bentuk dana segar, RUPS juga membuka ruang bagi penyertaan modal dalam bentuk aset atau inbreng. Skema tersebut memungkinkan aset daerah seperti tanah yang memiliki nilai strategis dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penguatan permodalan bank.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar Bank NTT memiliki fondasi yang semakin kuat, baik dari sisi kapasitas usaha maupun pengembangan jaringan layanan.

Menurut Melki, keterbukaan dalam proses pembahasan RUPS menjadi salah satu kunci penting dalam menghasilkan keputusan yang berdampak positif bagi masa depan Bank NTT.

Ia menilai seluruh pemegang saham memiliki semangat yang sama untuk mendorong Bank NTT menjadi lembaga keuangan daerah yang lebih adaptif, kompetitif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Diskusi yang berlangsung sangat baik dan terbuka. Saya yakin keputusan-keputusan yang diambil akan membawa perkembangan yang lebih baik bagi Bank NTT,” ungkapnya.

READ  Komunikasi dalam Kelompok dan Penggunaan Media Sosial

Dorong Akses Pembiayaan Masyarakat

Selain memperkuat struktur permodalan, Bank NTT juga mendapat dukungan dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT memastikan ketersediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar melalui Bank NTT.

Dana tersebut akan diarahkan untuk membantu pelaku usaha, khususnya sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Dari total nilai tersebut, sebanyak Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT, sementara Rp300 miliar diperuntukkan bagi KUR produktif bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, hingga kecil menengah.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

Melki menegaskan, apabila kebutuhan pembiayaan masyarakat terus meningkat dan kuota KUR tersebut terserap, pemerintah akan kembali mengupayakan tambahan alokasi.

“KUR ini akan terus kita dorong agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Jika terserap, tentu akan kita usulkan kembali,” katanya.

Penguatan Manajemen dan Tata Kelola

Dalam momentum yang sama, Bank NTT juga memperkuat jajaran pengurus dengan hadirnya Direktur Kepatuhan baru, Revi Silawati.

READ  Bank NTT dan Pemkab Sumba Barat Daya Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat SP2D Online

Revi membawa pengalaman panjang di dunia perbankan setelah menjalani karier selama tiga dekade di Bank Jatim. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat sistem tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko Bank NTT.

Melki menyebut kehadiran figur berpengalaman seperti Revi merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalisme Bank NTT agar semakin dipercaya oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.

Selain itu, pemegang saham juga mengusulkan Flori Rita Wuisan sebagai calon Komisaris Independen Bank NTT. Usulan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan struktur pengawasan perusahaan.

Dengan kombinasi penguatan modal, perluasan pembiayaan, serta peningkatan kualitas tata kelola, Bank NTT terus menegaskan perannya sebagai lembaga keuangan daerah yang hadir bukan hanya untuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Bank NTT kini berada dalam fase penguatan baru—membangun fondasi yang lebih kokoh untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin inklusif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kemajuan daerah.(JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *