Ekbis  

Bank NTT Tegaskan Reformasi Total SDM, Rekrutmen Pegawai Dijanjikan Transparan dan Berbasis Kompetensi

Kupang, detakpasifik.com- Polemik seputar proses rekrutmen pegawai Bank NTT kembali mengemuka ke ruang publik. Namun di tengah sorotan tersebut, manajemen baru Bank NTT menegaskan satu hal penting: komitmen kuat untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola sumber daya manusia, khususnya pada sistem rekrutmen pegawai.

Direktur Operasional dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa kritik publik dan masukan dari berbagai pihak justru menjadi momentum bagi manajemen baru untuk membenahi sistem yang selama ini dinilai belum ideal.

“Kami menghargai setiap kritik dan perhatian publik. Memang harus diakui, ada persepsi di masyarakat bahwa proses seleksi pegawai di masa lalu belum sepenuhnya transparan. Sebagai Direksi baru yang membidangi SDM, ini menjadi masukan yang sangat penting untuk perbaikan ke depan,” ujar Rahmat.

READ  RUPS Tetapkan Charlie Paulus sebagai Dirut Bank NTT, Pelantikan Digelar Besok

Menurutnya, manajemen saat ini tidak ingin terjebak pada perdebatan masa lalu atau mencari siapa yang salah. Fokus utama Bank NTT adalah memastikan reformasi berjalan nyata dan sistemik, demi membangun kepercayaan publik serta meningkatkan profesionalisme lembaga perbankan daerah tersebut.

Rekrutmen Berbasis Kompetensi dan Digital

Sebagai bagian dari reformasi tersebut, Bank NTT tengah menyiapkan sistem rekrutmen pegawai yang transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi, dengan memanfaatkan teknologi digital.

Rahmat menjelaskan, sistem baru ini dirancang untuk menutup ruang intervensi dan praktik-praktik nonprofesional yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. Proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka dan terukur, mulai dari pendaftaran hingga penilaian akhir.

READ  Bank NTT Inisiasi Sinergi Pentahelix untuk Dorong Inklusi Keuangan dan Kuatkan UMKM di Timor Barat

“Ke depan, rekrutmen akan dilakukan melalui pendaftaran online, penilaian berbasis indikator kompetensi yang jelas, serta dokumentasi proses yang rapi, sehingga dapat diaudit dan ditelusuri kapan pun,” tegasnya.

Dengan sistem tersebut, Bank NTT ingin memastikan bahwa setiap calon pegawai memiliki peluang yang sama dan dinilai murni berdasarkan kemampuan, integritas, serta kecocokan dengan kebutuhan organisasi.

“Kami ingin memastikan setiap putra-putri NTT memiliki kesempatan yang adil. Yang kami nilai adalah kompetensi dan integritas, bukan kedekatan atau faktor lain di luar profesionalisme,” lanjut Rahmat.

Komitmen Bangun SDM Profesional dan Berdaya Saing

Reformasi SDM ini disebut Rahmat sebagai bagian penting dari transformasi Bank NTT agar mampu bersaing di industri perbankan yang semakin kompetitif. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan masa depan Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah.

READ  OJK Umumkan Hasil Fit and Proper Test, Tiga Calon Direksi Bank NTT Direkomendasikan

Manajemen baru, kata Rahmat, berkomitmen membangun budaya kerja profesional, bersih, dan berorientasi kinerja. Reformasi rekrutmen bukan hanya soal penerimaan pegawai baru, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pembenahan tata kelola secara menyeluruh.

“Bank NTT harus diisi oleh orang-orang yang tepat, bekerja secara profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman. Reformasi SDM adalah fondasi untuk itu,” pungkasnya.

Di tengah desakan publik dan perhatian DPRD NTT terhadap persoalan kepegawaian, pernyataan manajemen Bank NTT ini menandai langkah awal yang krusial. Janji reformasi kini berada pada tahap pembuktian, dan publik Nusa Tenggara Timur menanti konsistensi serta keberanian manajemen dalam menjalankannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *