Berita  

Julie Laiskodat Bidik Prestasi Dunia, Kempo NTT Mulai Siapkan Atlet Menuju World Taikai 2027

Kupang, detakpasifik.com— Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tidak semestinya berhenti sebagai ajang perebutan medali. Bagi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Nusa Tenggara Timur (NTT), kompetisi pelajar harus menjadi titik awal untuk membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berkarakter, kompetitif, dan siap bersaing di panggung internasional.

Arah pembinaan tersebut ditegaskan Ketua Umum PERKEMI NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, dalam pesan yang disampaikan Wakil Ketua PERKEMI NTT, George Hadjoh, saat pembukaan pertandingan cabang olahraga Shorinji Kempo pada POPDA ke-8 di Aula Komodo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat (23/10/2026).

Julie menempatkan para pelajar sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan prestasi kempo di NTT. Menurut dia, pembinaan atlet sejak usia sekolah tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga membentuk karakter yang menjadi bekal menghadapi persaingan olahraga yang semakin ketat.

Para kenshi—sebutan bagi praktisi Shorinji Kempo—diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berani, tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat persaudaraan antaratlet juga perlu dirawat agar kompetisi tidak mengikis nilai kebersamaan yang menjadi salah satu fondasi olahraga bela diri tersebut.

Bagi Julie, olahraga merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Prestasi yang berkelanjutan, menurut arahannya, membutuhkan atlet dengan kemampuan teknis yang baik sekaligus mental yang kuat.

POPDA sebagai fondasi pembinaan atlet

POPDA ke-8 menjadi salah satu ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet pelajar sekaligus mengenali potensi yang dapat dikembangkan menuju kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

READ  Bank NTT-Undana Bangun Ekosistem Ekonomi Baru, Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan di NTT

Julie mendorong agar ajang tersebut dipertahankan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berjenjang. Dari kompetisi di lingkungan pelajar, atlet potensial diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang menuju kejuaraan nasional, bahkan kompetisi internasional.

Orientasi itu menuntut keterlibatan banyak pihak. Pengurus organisasi, pemerintah daerah, pelatih, sekolah, dan orang tua perlu membangun dukungan yang berkesinambungan agar proses pembinaan tidak berhenti setelah sebuah kejuaraan selesai.

Julie menyampaikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota, jajaran dinas pemuda dan olahraga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, pengurus PERKEMI di seluruh NTT, pelatih, serta orang tua atlet yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga dan pembentukan karakter generasi muda.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi NTT untuk memperluas basis atlet sekaligus memperkuat kualitas pembinaan. Tantangannya bukan hanya menemukan atlet berbakat, melainkan memastikan mereka memperoleh pelatihan, pendampingan, dan kesempatan berkompetisi secara konsisten.

World Taikai 2027 menjadi tolok ukur kesiapan

Agenda internasional menjadi salah satu sasaran penting dalam arah pembinaan yang disampaikan Julie. Ia menunjuk World Taikai 2027 sebagai momentum untuk menguji kesiapan atlet NTT menghadapi persaingan yang lebih luas.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pembinaan perlu dilandasi indikator dan standar prestasi yang jelas. Persiapan tidak cukup bertumpu pada semangat dan ambisi, tetapi harus diterjemahkan ke dalam perencanaan latihan, pemetaan potensi atlet, evaluasi kemampuan, serta target hasil yang terukur.

READ  Retret Forkoma PMKRI NTT: Ruang Pulang, Ruang Berbagi

Julie menegaskan bahwa PERKEMI NTT telah menyiapkan rancangan kerja yang mencakup tahapan perencanaan hingga proyeksi capaian. Dengan demikian, target prestasi internasional diarahkan menjadi program organisasi yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi, bukan sekadar pernyataan aspiratif.

Dalam agenda organisasi, kepengurusan PERKEMI NTT dijadwalkan dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERKEMI pada 1 November 2026. Julie memandang momentum tersebut sebagai awal penguatan kerja organisasi dengan orientasi pada prestasi dan standar internasional.

Sehari setelah pelantikan, tepatnya 2 November 2026, PERKEMI NTT merencanakan penjaringan atlet melalui LLMC untuk dipersiapkan menghadapi World Taikai dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Rencana itu menandai pentingnya kesinambungan antara pembinaan di tingkat daerah dan target kompetisi yang lebih tinggi. Penjaringan atlet menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi potensi, sedangkan proses berikutnya perlu memastikan atlet terpilih mampu memenuhi kebutuhan teknis dan standar kompetisi yang dituju.

Kematangan organisasi harus dibuktikan melalui prestasi

Selain agenda pembinaan atlet, Julie menyoroti perjalanan organisasi PERKEMI NTT yang pada 2 November 2027 akan memasuki usia ke-48 tahun.

Usia tersebut dipandang sebagai momentum untuk memperlihatkan kematangan organisasi melalui capaian yang nyata. Bagi Julie, keberhasilan PERKEMI NTT tidak semata-mata diukur dari lamanya organisasi berdiri, tetapi juga dari kemampuannya menghasilkan atlet berprestasi dan memperkuat posisi NTT dalam peta olahraga nasional maupun internasional.

READ  SMP St. Stefanus Ketang Masuki Panca Windu, Rangkaian Perayaan Resmi Diluncurkan

Harapan itu sekaligus menempatkan organisasi pada tanggung jawab yang lebih besar. Perencanaan program harus diikuti pelaksanaan yang disiplin, koordinasi yang solid, serta evaluasi berkala terhadap perkembangan atlet. Tanpa langkah-langkah tersebut, target besar akan sulit diterjemahkan menjadi hasil kompetitif.

Menutup pesannya, Julie mengingatkan para atlet agar tetap rendah hati, menjaga disiplin, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Ia juga meminta para kenshi mempertahankan fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bertanding di atas arena. Konsistensi latihan, ketahanan mental, sikap sportif, dan kesediaan terus belajar menjadi bagian dari proses panjang yang harus dijalani.

Dengan POPDA sebagai salah satu fondasi pembinaan, PERKEMI NTT kini menghadapi pekerjaan penting untuk menyelaraskan potensi atlet, kesiapan organisasi, dan target kompetisi. World Taikai 2027 dan PON 2028 menjadi sasaran yang menuntut persiapan terukur, sementara keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana program tersebut menghasilkan atlet yang benar-benar mampu bersaing.

Bagi NTT, tantangan itu bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan membangun ekosistem pembinaan yang memungkinkan prestasi lahir secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *