Masahar Reinhart Fridolin Damanik Raih Gelar Doktor ke-53 FISIP Undana

Promosi Doktor Masahar Reinhart Fridolin Damanik (foto: Pius Rengka)

Kupang, detakpasifik.com- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan capaian akademik penting. Hingga 30 Juli 2026, Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP Undana telah melahirkan 53 doktor, ditandai dengan kelulusan Masahar Reinhart Fridolin Damanik yang meraih predikat cum laude dalam ujian promosi doktoral.

Sidang terbuka tersebut berlangsung di Aula Lantai II FISIP Undana, Jalan Adisucipto, Penfui, Kupang, dan dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, politisi, hingga komunitas Ikatan Keluarga Batak di Kota Kupang. Suasana akademik terasa khidmat, namun tetap hangat dengan nuansa kebanggaan atas capaian ilmiah yang diraih.

Informasi mengenai capaian ini disampaikan langsung oleh Dekan FISIP Undana sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, Prof. Dr. Drs. William Djami, M.Si, dalam sambutannya usai ujian promosi. Ia menegaskan bahwa capaian 53 doktor merupakan bagian dari komitmen FISIP Undana dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam bidang administrasi publik dan kebijakan pembangunan.

Masahar Reinhart Fridolin Damanik mengangkat disertasi berjudul “Pengaruh Adopsi Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap Kinerja Organisasi pada Rumah Sakit Tipe C di Kota Kupang dalam Kerangka Model MRD.” Dalam sidang terbuka, Renhart berhasil mempertahankan argumen ilmiahnya secara meyakinkan di hadapan tujuh penguji.

READ  Membangun dengan Mental atau Membangun Mental?

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Drs. William Djami, M.Si sebagai promotor, Dr. Nursalam, M.Si dan Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPH sebagai ko-promotor, serta para penguji eksternal dan internal, termasuk Prof. David Pandie dan Prof. Frans Ghana. Sidang berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis yang mampu dijawab secara sistematis dan argumentatif oleh promovendus.

Disertasi ini dinilai tidak hanya memberikan kontribusi teoritik dalam pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam bidang digitalisasi layanan kesehatan, tetapi juga menawarkan solusi praktis bagi penguatan tata kelola rumah sakit di NTT. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dalam kerangka Model MRD dipandang relevan untuk meningkatkan efisiensi organisasi, akuntabilitas pelayanan, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data di rumah sakit tipe C.

Prof. William Djami menambahkan bahwa disertasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi buku teks akademik yang dapat diakses lebih luas oleh publik, baik sebagai referensi ilmiah maupun sebagai panduan praktis dalam reformasi manajemen rumah sakit di Indonesia.

READ  Prancis Tumbang dari Pantai Gading, Les Bleus Dikejutkan Jelang Piala Dunia 2026

Secara kelembagaan, FISIP Undana terus menunjukkan perkembangan signifikan. Selain Program Doktor Ilmu Administrasi, FISIP Undana saat ini mengelola beberapa program studi unggulan seperti Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Komunikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah mahasiswa aktif FISIP Undana mencapai ribuan orang, dengan peningkatan partisipasi mahasiswa dari luar daerah bahkan mancanegara, khususnya dari Timor Leste dan sebagian kecil dari Tiongkok.

Dalam momentum tersebut, Prof. William juga mengungkapkan rencana strategis pembukaan Program Studi Hubungan Internasional (HI) dengan fokus kajian kawasan Pasifik. Langkah ini dinilai penting mengingat posisi geopolitik NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste serta berdekatan dengan Australia dan kawasan Melanesia.

“Dunia hari ini bergerak ke arah Pasifik. NTT memiliki posisi strategis dalam lanskap geopolitik dan ekonomi kawasan. Karena itu, FISIP Undana menginisiasi pembukaan Program Studi Hubungan Internasional yang akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik mendatang,” ujar William.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas sumber daya dosen di Undana terus diperkuat, baik melalui peningkatan kualifikasi akademik maupun jejaring penelitian. Kampus ini, menurutnya, terbuka bagi para intelektual yang ingin berkontribusi sebagai dosen maupun peneliti dalam memperkuat tradisi akademik di kawasan timur Indonesia.

READ  Tokoh Manggarai Raya Silaturahmi dengan Gubernur NTT, Undang Hadiri Syukuran Diaspora Manggarai Kupang

Kelulusan Masahar Reinhart Fridolin Damanik tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga simbol dari dinamika akademik yang terus bertumbuh di FISIP Undana sebuah ruang di mana ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai teks, tetapi bergerak menjadi praksis yang menyentuh realitas sosial.

Kerangka Model MRD yang digunakan dalam disertasi ini merujuk pada suatu konstruksi analitis yang menempatkan tiga dimensi utama secara terpadu, yakni Management, Resources, dan Digitalization. Dalam konteks penelitian ini, Management berkaitan dengan kapasitas tata kelola organisasi rumah sakit; Resources mencakup sumber daya manusia, infrastruktur, dan dukungan kelembagaan; sementara Digitalization merujuk pada adopsi teknologi Rekam Medis Elektronik (RME).

Ketiga dimensi ini saling berkelindan dalam menentukan kinerja organisasi. Model MRD dengan demikian tidak hanya menjelaskan hubungan kausal antar variabel, tetapi juga menegaskan bahwa transformasi digital dalam sektor kesehatan hanya akan efektif apabila ditopang oleh manajemen yang adaptif dan sumber daya yang memadai. (pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *