Pendidikan Karakter dalam Pembaharuan Pendidikan

Dr. Sunardi

Oleh : Dr.Sunardi.M.Pd (Dosen FKIP UKSW Salatiga)

Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkunagn sosial juga diperlukan. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga anak yang usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup bangsa kita ini.

Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika 90% kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak adanya tanggung jawab, tidak jujur dan hubungan interpersonal yang sangat buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80% keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient.

Pembaharuan pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti inovasi atau pembaharuan pendidikan menjadi topik yang selalu hangat dibicarakan dari masa ke masa. Istilah invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar – benar baru artinya hasil karya manusia. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang sebenarnya telah ada sebelumnya). Dengan demikian, inovasi dapat diartikan usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melalukan kegiatan usaha invetion dan discovery. Dalam hal ini, ibrahim (1989) dan Noor (2001) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang atau masyarakat. Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. Inovasi dilakukan dengan tujuan tertentu atau untuk memecahkan permasalahan.

Inovasi atau pembaharuan pendidikan digunakan untuk memecahkan masalah pendidikan atau untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Inovasi atau pembaharuan pendidikan di indonesia dapat dilihat dari empat aspek yaitu inovasi terhadap tujuan pendidikan, struktur pendidikan dan pengajaran, isi kurikulum pengajaran serta perubahan terhadap aspek-aspek pendidikan dan proses. Beberapa inovasi atau pembaharuan pendidikan pada tingkat sekolah dasar salah satunya yaitu adanya SD pamong untuk anak terlantar dan putus sekolah. Dapat kita lihat dari sasaran program pemaharuan dalam bidang pendidikan yaitu pendidikan adalah salah satu sistem, maka inovasi pendidikan mancakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan. Contoh-contoh inovasi atau pembaharuan dalam komponen pendidikan antara lain pembinaan personalia, banyaknya personal dan wilayah kerja, fasilitas fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, prosedur, peran yang diperlukan, wawasan dan perasaan, bentuk hubungan antar bagian, hubungan dengan sistem yang lain, strategi, bahan belajar dan model pembelajaran seperti quantum teaching pembelajaran dengan menggunakan internet seperti web-ct. Perkembangan inovasi atau pembaharuan pendidikan yaitu bisa kita lihat melalui proses inovasi atau pembaharuan adalah dengan serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar atau mengetahui adanya inovasi sampai pada menerapkan.

READ  RUPS Bank NTT 2026: Menentukan Arah di Tengah Tekanan

Tahap inovasi atau pembaharuan tersebut. Tahap permulaan : a. Langkah pengetahuan dan kesadaran yaitu proses inovasi diawali dengan adanya pengetahuan yang dimiliki oleh si penerima inovasi atau pembaharuan. Dari pengetahuan yang diperolehnya timbul kesadaran akan adanya inovasi. Jika sikatikan dengan organisasi bahwa dengan adanaya pengetahuan yang dimiliki orang-orang yang ada dalam organisasi, dimana mereka melihat adanya kesenjangan dalam organisasinya, b. Langkah pembentukan sikap terhadap inovasi atau pembaharuan yaitu dalam tahap ini anggota organisasi membentuk sikap terhadap inovasi. Ada dua hal dan dimensi sikap yang ditunjukkan terhadap adanya inovasi yaitu, sikap terbuka terhadap inovasi dan memiliki persepsi tentang potensi inovasi yang ditandai dengan adanya pengamatan yang menunjukkan potensi dalam inovasi atau pembaharuan. Ini ditandai dengan adanya kemampuan untuk menggunakan inovasi yang telah mengarah pada keberhasilan menggunakan inovasi atau pembaharuan di masa lalu. Adanya komitmen/kemauan untuk bekerja dan menggunakan inovasi dan sikap untuk menghadapi masalah yang timbul dalam menerapkan inovasi, c. Langkah pengambilan kesimpulan yaitu pada langkah ini si penerima inovasi atau pembaharuan mengambil keputusan untuk menerima atau menolak inovasi atau pembaharuan yang diterapkan sehingga tidak mengakibatkan kerugian. Tahap penerapan (Implementasi). Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan dalam menggunakan atau menerapkan inovasi atau pembaharuan. Dalam penerapan inovasi ada dua langakah yang dilakukan yaitu langkah awal penerapan da langkah lanjutan pemmbinaan penerapan inovasi atau pembaharuan pendidikan. a. Langkah awal mencoba menerapkan sebagian inovasi contoh dosen diminta untuk menggunakan transparansi dalam setiap kuliah yang diberikannya. Namun pada awal pelaksanaannya dosen tersebut baru menerapkan pada satu mata kuliah saja, yang selanjutnya akan diterapkan untuk setiap mata kuliah yang diberikan b. Langkah kelanjutan pembinaan penerapan inovasi atau pembaharuan jika pada penerapan awal telah berhasil

READ  Secangkir Kopi, Cerita Pius Rengka, dan Sebuah Perjalanan Kecil di Kupang

Pendidikan Karakter

Strategi pendidikan karakter yang akan dibahas yaitu strategi pendidikan karakter yang melalui multiple talent aproach. Strategi pendidikan karakter ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang manifestasi pengembangan potensi akan membangun self concept yang akan menunjang kesehatan mental. Konsep ini menyediakan kesempatan bagi anak didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimilikinya. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dan cara ini  biasanya ditandai dengan prestasi akademik yang diperoleh disekolahnya dan anak didik tersebut mengikuti tes intelengensia. Cara tersebut misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar, dan kegiatan fisik atau kemampuan motorik atau lewat cara sosial-emosional.

Menurut gardner (1999) manusia itu sedikitnya memiliki 9 kecerdasan. Kecerdasan manusia saat ini tidak hanya dapat diukur dari kepandainnya menguasi matematika atau menggunakakan bahasa. Ada banyak kecerdasaan  lain yang dapat diidentifikasi di dalam diri manusia itu sendiri. Sedangkan menurut Howard Gardner (1999) yang menjelaskan yaitu 9 kecerdasan ganda, apabila dipahami dengan baik, akan membuat semua orang tua memandang potensi anak lebih positif. Terlebih lagi bagi para orang tua yang guru dapat menyiapkan sebuah lingkungan yang menyenangkan dan memperdayakan di sekolah. Konsep multiple intelligence mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin mengetahuinya. Bagi orang tua atau guru, yang dibutuhkan adalah kreativitas dan kepekaan untuk mengasah anak tersebut. Baik guru atau orang tua juga harus lebih memperhatikan anak-anaknya. Kecerdasaan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasaan bagaikan sekumpulan keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasaan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah, kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan, kemampuan untuk meciptakan sesuatu yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat. Melalui pengenalan multiple intellegence, kita dapat mempelajari kekuatan atau kelemahan anak dan dapat memberikan mereka peluang untuk belajar melalui kelebihan mereka. Tujuannya adalah agar anak memiliki kesempatan untuk mengekspolarisasi dunia.

Tujuan pendidikan karakter

Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan. tujuan pendidikan karakter bangsa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan potensi afektif bagi peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa.
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman,jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan
READ  Cara Malaka Merawat Mens Sana in Corpore Sano

Nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dan diidentifikasi dari sumber-sumber agama, karena masyarakat indonesia adalah masyarakat beragama, maka kehidupan individu, masyarakat dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaan. Secara politis, kehidupan kenegaraan didasari pada nilai yang berasal dari agama. Dan sumber yang kedua adalah pancasila,pancasila negera kesatuan republik indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kenegaraan yang disebut dengan pancasila. Pancasila terdapat pada pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut lagi dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945 yang artinya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan budaya dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih sangat lebih baik lagi, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan dan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sebagai warga negara budaya sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak disadari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian penting dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Kebijakan yang diabaikan

Persoalan krusial saat ini, tidak adanya kebijakan pemerintah dari pusat hingga daerah yang memosisikan pentingnya keluarga sebagai peletak dasar nilai /karakter anak. Bagaimana memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada orang tua siswa dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan karakter dalam rumah tangga. Orang tua dan masyarakat harus tahu bahwa pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan yang pertama dan terutama bagi anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *