Kupang, detakpasifik.com- Peningkatan infrastruktur jalan di Pulau Sumba terus bergerak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menggenjot pengaspalan ruas Bondokodi–Waitabula di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Hingga 23 September 2026, pekerjaan penanganan long segment ruas jalan tersebut telah mencapai 22,35 persen. Proyek dengan nilai kontrak Rp8,39 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, memastikan pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam kontrak.
“Progres fisik pekerjaan saat ini telah mencapai 22,35 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak pada Desember 2026,” ujar Benyamin, Rabu, 23 September 2026.
Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Laksman, dengan pengawasan dari konsultan supervisi PT Dwipa Mitra.
Penanganan ruas Bondokodi–Waitabula bukan semata-mata proyek peningkatan kualitas jalan. Pemerintah Provinsi NTT menempatkan pembangunan infrastruktur konektivitas sebagai bagian penting dalam membuka dan memperkuat akses masyarakat antarkawasan.
Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, serta akses menuju berbagai layanan publik.
Bagi wilayah Sumba Barat Daya, konektivitas jalan menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi. Infrastruktur yang memadai dapat memperpendek hambatan mobilitas dan mendukung kelancaran aktivitas antarkawasan.
Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma terus mendorong penanganan infrastruktur secara bertahap, terarah, dan sesuai perencanaan serta ketentuan teknis.
Ditargetkan Tuntas Akhir 2026
Dengan progres fisik yang telah mencapai 22,35 persen, pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan penanganan ruas Bondokodi–Waitabula dapat diselesaikan sesuai masa kontrak pada Desember 2026.
Penyelesaian pekerjaan ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah di Pulau Sumba sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Pembangunan ruas Bondokodi–Waitabula menjadi bagian dari komitmen Pemprov NTT untuk terus memperbaiki infrastruktur dasar dan memperkuat keterhubungan antarwilayah sebagai salah satu penopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.* (JP)











