Dirut Bank NTT Kunjungi Sumba Barat, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sinergi Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat usaha rakyat, serta membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal

Sumba, detakpasifik.com- Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama Bank NTT. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah tersebut kini diarahkan pada penguatan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai fondasi penting dalam membangun ekonomi masyarakat.

Komitmen itu mengemuka saat Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat dan bertemu dengan Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Charlie Paulus didampingi Komisaris Independen Bank NTT, Prof. Frans Gana, serta jajaran pimpinan Bank NTT dari sejumlah wilayah, yakni Cabang Waikabubak, Waitabula, dan Waingapu.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Tidak hanya membahas peran perbankan dalam mendukung tata kelola keuangan daerah, tetapi juga membicarakan strategi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pengembangan ekonomi daerah. Dengan kembali dipercaya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank NTT melihat peluang besar untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat melalui pembiayaan yang tepat sasaran.

READ  KUR, Kredit Macet, dan Upaya Menahan Uang Tetap di NTT

Menurut Charlie, keberhasilan program pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan dana, tetapi juga membutuhkan sinergi antara perbankan dan pemerintah daerah dalam menemukan serta mendampingi pelaku usaha yang memiliki potensi berkembang.

“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengidentifikasi pelaku usaha yang produktif agar akses pembiayaan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar mampu mengembangkan usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan UMKM memiliki dampak luas bagi perekonomian. Selain membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, sektor ini juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Bagi Bank NTT, pembiayaan kepada sektor usaha rakyat bukan hanya aktivitas bisnis, tetapi bagian dari kontribusi lembaga keuangan daerah dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Bank NTT Sebagai Mitra Pembangunan Daerah

Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, menyambut positif komitmen Bank NTT dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan Bank NTT telah berkembang lebih jauh dari sekadar institusi keuangan, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan.

READ  Bank NTT Tegaskan Reformasi Total SDM, Rekrutmen Pegawai Dijanjikan Transparan dan Berbasis Kompetensi

Ia mengapresiasi dukungan Bank NTT terhadap berbagai program pemerintah, termasuk dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan daerah.

Dukungan tersebut turut berkontribusi terhadap konsistensi Kabupaten Sumba Barat dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut.

Namun, pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak hanya berkutat pada sektor keuangan. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga memperkenalkan potensi besar daerah itu, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sumba Barat dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi modal besar untuk pengembangan destinasi wisata. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikembangkan bersama dengan sektor usaha masyarakat.

Charlie Paulus mengaku terkesan dengan potensi wisata Sumba Barat. Kunjungan perdananya ke wilayah tersebut memperlihatkan kekayaan alam yang menurutnya memiliki daya tarik luar biasa.

Ia bahkan menyebut keindahan alam Sumba Barat memiliki kualitas yang tidak kalah dengan destinasi dunia lainnya.

Potensi pariwisata ini menjadi peluang yang dapat dikembangkan melalui dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya mereka yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, hingga layanan pendukung pariwisata.

READ  Bank NTT Ubah Strategi KUR: Tak Lagi Sekadar Pinjamkan Uang

Membangun Ekosistem Ekonomi yang Inklusif

Sinergi Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan inklusif.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemanfaatan potensi pariwisata diharapkan mampu berjalan secara beriringan.

Bank NTT terus mendorong agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya terlihat dari indikator makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan, berkembangnya usaha kecil, serta terbukanya peluang ekonomi baru.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan lembaga keuangan daerah, Sumba Barat memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Kunjungan Dirut Bank NTT tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat menjadi tiga kekuatan utama dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Sumba Barat dan Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *