Bank NTT Ubah Pola Layanan di Flores

Penyesuaian layanan diberlakukan di sejumlah kantor terdampak, sementara KCP Reo dialihkan ke Kantor Cabang Ruteng untuk memastikan pelayanan perbankan tetap berjalan di tengah gempa susulan.

Kantor pusat Bank NTT (foto: juan pesau)

Kupang, detak-pasifik.com- Di tengah gempa susulan yang masih mengguncang Flores, Bank NTT memilih mengubah pola operasional sejumlah kantor agar pelayanan kepada masyarakat tetap tersedia tanpa mengabaikan keselamatan pegawai dan nasabah.

Direktur Umum, IT dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, mengatakan penyesuaian operasional mulai berlaku Jumat, 21 Agustus 2026, pada sejumlah Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan Kantor Fungsional (KF) di wilayah Flores yang terdampak gempa.

Menurut Rahmat, kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi fasilitas kantor, infrastruktur pendukung, gempa susulan yang masih terjadi, serta aspek keselamatan pegawai dan nasabah.

“Penyesuaian tersebut mulai berlaku 21 Agustus 2026 untuk Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Fungsional di Flores yang terdampak,” kata Rahmat kepada detakpasifik, Jumat (21/8/2026).

Untuk Kantor Fungsional, pelayanan operasional kas sementara dibatasi mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA. Sementara Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu melayani transaksi kas mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WITA.

Namun, penyesuaian tidak berhenti pada pengurangan jam pelayanan.

READ  Seleksi Penerima Jadi Kunci Jaga Kualitas Pembiayaan Kredit di Bank NTT

Pada kantor fungsional yang terdampak dan tidak memungkinkan lagi memberikan pelayanan dari lokasi semula, Bank NTT mengalihkan layanan ke Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu terdekat.

Ruteng Jadi Titik Penyangga

Dampak gempa yang cukup signifikan di wilayah Manggarai membuat Bank NTT menerapkan skema pelayanan khusus.

Sejumlah Kantor Fungsional, yakni KF RSUD, KF Bupati dan KF STKIP, dialihkan pelayanannya ke Kantor Cabang Ruteng yang untuk sementara beroperasi di Gedung GOR PPO.

Di lokasi tersebut, pelayanan masyarakat berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WITA.

Sementara itu, kondisi darurat juga membuat pelayanan KCP Reo dialihkan sementara ke Kantor Cabang Ruteng mulai 21 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pengalihan ini menjadi salah satu langkah Bank NTT untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan perbankan ketika kantor pelayanan di wilayah terdampak belum memungkinkan beroperasi secara normal.

Rahmat mengatakan, pimpinan cabang juga diberi ruang untuk mengambil langkah operasional tertentu berdasarkan kondisi aktual di lapangan apabila terjadi keadaan tidak normal yang secara signifikan mengganggu stabilitas pelayanan.

READ  Demokrat Buka Posko di Wilayah Terdampak Gempa Flores, Fokus Bantuan Darurat

“Kebijakan kami bukan hanya sekadar mengurangi jam pelayanan. Ini adalah bagian dari Business Continuity Plan (BCP) dan pola kerja adaptif dalam kondisi bencana,” ujarnya.

Bagi Bank NTT, kata Rahmat, terdapat dua kepentingan yang harus dijaga secara bersamaan, yakni keselamatan pegawai dan nasabah serta keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.

Sebab, kondisi yang dihadapi pegawai di wilayah terdampak juga tidak ringan. Gempa susulan yang terjadi berulang kali, termasuk pada malam hari, membuat waktu istirahat dan kondisi psikologis pegawai ikut terdampak.

“Karena itu, Bank NTT tidak ingin memaksakan pola kerja normal di tengah situasi yang belum normal,” ujar Rahmat.

Sebagai gantinya, bank menerapkan kombinasi pengaturan jam layanan, sistem shift, pengalihan lokasi pelayanan dan optimalisasi kanal digital.

Sistem Digital Tetap Berjalan

Rahmat menjelaskan, di tengah terbatasnya akses terhadap kantor fisik, layanan digital menjadi salah satu tumpuan masyarakat untuk tetap melakukan transaksi perbankan.

Rahmat memastikan sistem utama core banking dan layanan digital Bank NTT tetap berjalan normal. Kendati demikian, pemantauan dilakukan secara intensif mengingat infrastruktur listrik dan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Flores juga terdampak bencana.

READ  Transformasi Bank NTT Jadi Perseroda, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Daerah

“Tim teknologi informasi Bank NTT memonitor konektivitas jaringan kantor, ATM, sistem komunikasi serta kanal digital di wilayah terdampak,” ujarnya.

Rahmat juga menambahkan potensi gangguan lokal tetap ada, terutama apabila terjadi gangguan listrik atau jaringan telekomunikasi. Namun, Bank NTT telah menyiapkan mekanisme mitigasi dan BCP agar gangguan pada satu titik tidak langsung melumpuhkan keseluruhan sistem pelayanan.

Nasabah masih dapat menggunakan Be Pung Mobile, ATM, QRIS dan kanal digital lainnya sepanjang jaringan komunikasi dan infrastruktur pendukung di lokasi masing-masing tersedia.

Bank NTT juga menginstruksikan unit di wilayah terdampak untuk memastikan ATM, CRM, EDC serta kanal elektronik lainnya tetap berfungsi. Termasuk memastikan ketersediaan uang tunai pada ATM.

“Tim TI kami terus standby dan melakukan monitoring sehingga apabila terdapat gangguan pada titik tertentu dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Rahmat. (Juan Pesau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *