Oleh: Wahyu Eka Dewi Anggraini
Mahasiswa Progdi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Pada dasarnya, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu melibatkan orang lain dalam kehidupannya. Manusia menjalin relasi dengan keluarga, teman, rekan kerja, guru, kelompok, relasi, dan lain sebagainya. Interaksi antar manusia ini dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam hidup. Tujuan utama dari interaksi yang terus-menerus ini adalah untuk memenuhi segala kebutuhan hidup yang hanya bisa dicapai melalui kerja sama dan dukungan timbal balik. Maka dari itu, untuk bisa menjalin relasi yang baik antar sesama manusia, diperlukan adanya komunikasi yang baik juga.
Organisasi atau kelompok menempatkan komunikasi sebagai salah satu unsur yang terpenting. Komunikasi dalam suatu organisasi selalu merupakan komunikasi timbal balik demi kepentingan semua anggota. Dalam setiap proses komunikasi yang berlangsung, hubungan kemanusiaan merupakan proses yang menyangkut kepribadian, sikap dan perilaku yang terjadi pada orang-orang yang terlibat. Organisasi melakukan komunikasi persuasive dua arah disemua bidang kegiatan dengan maksud memberikan motivasi kerja, bertanggung jawab, dan produktif. Komunikasi dalam kelompok juga dilakukan dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan bersama.
Dalam melakukan kegiatan komunikasi, ada berbagai media yang dapat kita pergunakan, salah satunya adalah dengan media sosial, messenger, online conference, dan lain sebagainya. Media-media ini digunakan untuk mempermudah berlangsungnya komunikasi tanpa dibatasi dengan ruang dan waktu. Dengan adanya teknologi seperti ini, kita bisa berkomunikasi tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan. Dalam kegiatan kelompok, hal ini juga bisa menambah fleksibilitas dan efektifitas dalam komunikasi kelompok.
Istilah komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa latin communicatus. Kata ini berasal dari dari kata communis yang memiliki makna berbagi, atau menjadi milik bersama. Dari kata ini bis akita ambil pengertian bahwa komunikasi merupakan suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Ada beberapa ahli yang juga mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian komunikasi. Evert M. Rogers mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang didalamnya terdapat suatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk merubah perilakunya. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Theodore Herbert, yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus.
Willbur Scharm dalam Suranto (2005) memiliki penjelasan yang lebih detail mengenai pengertian komunikasi. Menurutnya, komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara pengirim dan penerima, dengan bantuan pesan; pengirim dan penerima memiliki beberapa pengalaman bersama yang memberi arti pada pesan dan simbol yang dikirim oleh pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.
Sedangkan menurut William F. Glueck, definisi komunikasi dapat dibagi kedalam dua bentuk, yaitu:
Komunikasi antar pribadi, yaitu proses saling bertukar informasi serta pemindahan pengertian antara dua individu atau lebih di dalam suatu kelompok kecil manusia.
Komunikasi dalam organisasi, yaitu proses di mana pembicara memberikan informasi secara sistematis dan memindahkan pengertian kepada orang-orang di dalam organisasi dan juga kepada orang-orang dan lembaga-lembaga di luar organisasi namun masih terkait dengan organisasi tersebut.
Proses komunikasi melibatkan beberapa komponen di dalamnya, yaitu:
- Komunikator/sumber (communicator/source)
Komunikator adalah pihak yang bertugas untuk mengirimkan pesan atau informasi. Biasanya komunikator merupakan pihak yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi. Pihak yang menjadi sumber dapat berupa perorangan, kelompok, atau organisasi. sebelum komunikator menyampaikan pesannya kepada komunikan, ia memproses sendiri pesan yang akan disampaikan didalam pikirannya. Proses mengubah pikiran menjadi bentuk verbal atau nonverbal ini disebut dengan encoding. - Pesan
Pesan adalah seperangkat simbol dalam bentuk verbal maupun nonverbal yang mewakili perasaan, ide, gagasan, nilai, atau maksud dari sang komunikator. Dalam suatu pesan terkandung makna, symbol, dan bentuk pesan. Ada dua bentuk pesan yaitu verbal dan nonverbal. Bentuk pesan verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan kata-kata, bisa dalam bentuk lisan dan tulisan. Sedangkan bentuk pesan nonverbal adalah semua jenis isyarat yang bukan kata-kata. - Transmitter dan signal.
Transmitter adalah pemancar yang dapat mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Bentuk transmitter ini dapat berupa media maupun organ tubuh. Saat kita berkomunikasi secara langsung/tatap muka, kita mendengar suara untuk bisa menangkap pesan. Dalam hal ini, yang menjadi transmitter adalah mekanisme suara yang menghasilkan sinyal berupa kata-kata yang merambat melalui udara. - Saluran/channel
Ada beberapa pengertian dari saluran. Saluran komunikasi dapat diartikan sebagai alat yang digunakan oleh sumber untuk menyampaikan pesan kepada komunikan. Saluran juga merujuk pada bentuk pesan yang disampaikan, berupa verbal dan nonverbal. Saluran juga bisa memiliki arti sebagai cara penyampaian pesan, seperti tatap muka, media cetak, media elektronik, dan lain sebagainya. - Noise/gangguan
Noise adalah rangsangan tambahan yang tidak diinginkan dalam komunikasi yang bisa menghambat jalannya komunikasi. Noise akan selalu ada di saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Selalu ada kamungkinan pesan yang disampaikan mengalami gangguan. Bentuk gangguan dalam komunikasi dapat berupa gangguan psikologis, maupun gangguan fisik. Gangguan psikologis berkaitan dengan psikologis sang komunikator maupun komunikan, sedangkan gangguan fisik berupa suara dari luar yang tidak kita inginkan yang dapat mengganggu komunikan dalam menangkap pesan. - Penerima/komunikan.
Penerima adalah pihak yang menerima pesan yang berasal dari sumber. Komunikan ini dapat berupa perorangan maupun kelompok. Komunikan memiliki pengalaman, pengetahuan, perasaan, dan nilai yang dianutnya. Dalam menerima pesan, komunikan menggunakan hal-hal tersebut untuk dapat mengartikan pesan yang ia dapat. Proses inilah yang disebut dengan decoding. - Efek.
Efek adalah kondisi dimana komunikan sudah mendapatkan pesan dan ia memberikan respon terhadap pesan tersebut. Efek juga bisa berarti dampak yang diberikan setelah komunikan mendapat pesan tersebut. Sebagai contoh, yang tadinya ia tidak tahu menjadi tahu. Respon yang diberikan juga bisa berupa ekspresi, emosi, sikap, maupun kata-kata.
Pada dasarnya, tujuan komunikasi adalah untuk memberikan pengetahuan, informasi, dan pemikiran kepada orang lain sehingga dapat memengaruhi pemikiran, sikap, dan mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu. Selain itu, ada beberapa tujuan komunikasi, antara lain:
Agar komunikator dapat dimengerti oleh komunikan. Tujuan komunikasi ini untuk memastikan bahwa informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dimengrti dengan baik oleh komunikan. Maka dari itu, komunikator harus meenyampaikan pesan itu dengan sejelas mungkin.
Agar dapat mengenal orang lain. Dengan adanya komunikasi, maka setiap orang dapat saling mengenal satu sama lain. Kita bisa mengenal orang lain dengan cara memulai suatu komunikasi. Kemampuan bicara, mendengarkan, dan menafsirkan apa yang dikatakan orang lain menjadi hal yang penting dalam suatu komunikasi.
Agar pendapat dapat diterima oleh orang lain. Komunikasi secara persuasive seringkali dilakukan untuk menyampaikan gagasan atu ide kepada orang lain. Tujuannya adalah agar pendapat atau ide kita dapat dipahami dan diterima oleh orang lain.
Untuk mempelajari dunia luar seperti objek, peristiwa, dan orang lain. Meskipun informasi tentang dunia luar itukita kenal umumnya melalui mass-media, tetapi hal itu pada akhirnya seringkali didiskusikan, dipelajari, diinternalisasi melalui komunikasi dalam pembelajaran. Nilai-nilai, sistem kepercayaan, dan sikap-sikap nampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh pertemuan interpersonal dari pada dipengaruhi media bahkan sekolah.
Untuk memelihara hubungan dan mengembangkan kedekatan atau keakraban. Melalui komunikasi kita berkeinginan untuk menjalin rasa cinta dan kasih sayang. Dengan membangun komunikasi dengan orang lain juga kita akan semakin mengerti mengenai pribadi mereka dan akan semakin akrab.
Dengan komunikasi, kita bisa bertukar ide, dan pemikiran dengan orang lain. Kita juga bisa berdiskusi dengan orang lain baik untuk sekedar berbagi pandangan, maupun mengambil keputusan. Dengan bertukar ide seperti ini, kita juga bisa menambah pengetahuan kita.
Kelompok merupakan sekumpulan individu yang berisikan dua orang atau lebih yang memiliki ciri-ciri khusus berupa norma dan peran. Menurut Soekanto (2002) dalam Bungin (2004: 273) ”Anggota dalam kelompok mempunyai hubungan yang instensif. Karakteristik komunikasi kelompok ada dua yaitu norma dan peran. Norma menurut para sosiolog adalah perilaku-perilaku yang pantas maupun yang tidak pantas untuk dilakukan oleh anggota kelompok. Di dalam norma terdapat tiga kategori yaitu norma sosial, prosedural, dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan antara kelompok. Norma prosedural mengatur kelompok harus beroperasi. Peran adalah aspek dinamis dari kedudukan atau status. Jadi jika individu menjalankan hak dan kewajibannya sesuai statusnya maka dia menjalankan perannya. Terdapat tiga bagian peran yaitu peran aktif, peran partisipatif, dan peran pasif.” Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti beranggapan bahwa setiap individu didalam kelompok terikat dengan norma dan peran yang telah diatur.
Kelompok juga dapat diartikan sebagai kumpulan individu yang beranggotakan dua orang atau lebih yang berinteraksi satu sama lain untuk bersama-sama mencapai tujuan yang sama. Kelompok sudah saling mengenal satu sama lainnya dan memandang/menyadari dirinya sebagai bagian dari kelompok tersebut. Biasanya, setiap anggota kelompok mempunyai bagian/perannya masing-masing.
Menurut Walgito, komunikasi kelompok terdiri dari dua kata yakni komunikasi dan kelompok. Komunikasi dipahami sebagai memahami suatu makna, sedangkan kelompok dapat dipandang dari segi persepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga dari segi interaksi. Dari kedua definisi tersebut, Walgito menyatakan bahwa komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna didalam suatu kelompok. Komunikasi kelompok menyamakan suatu makna secara bersamaan, saling mempengaruhi satu sama yang lain untuk mencapai tujuan kelompok secara bersamaan.
Pengertian komunikasi menurut Michael Burgoon Dan Michael Ruffner (dalam komala, 2009) adalah komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna memperoleh maksud dan tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat. Ada 4 elemen yang tercakup dalam definisi tersebut adalah interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud dan tujuan yang dikehendaki, kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.
Menurut Mc Lean (2005) yang dimaksud dengan komunikasi kelompok adalah sebuah proses dinamis dimana sebagian kecil orang terlibat dalam sebuah percakapan. Komunikasi kelompok secara umum didefinisikan sebagai pelibatan tiga orang atau lebih, semakin banyak anggota suatu kelompok maka akan semakin mudah untuk memecahnya kedalam kelompok-kelompok kecil.
Menurut Brilhart dan Galanes (1998), yang dimaksud dengan komunikasi kelompok kecil adalah proses menggunakan pesan-pesan untuk menghasilkan makna yang sama dalam sebuah kelompok kecil manusia. Komunikasi kelompok kecil merupakan salah satu bagian dari komunikasi intrapersonal. Sedangkan menurut Phil Venditi (2012), yang dimaksud dengan komunikasi kelompok ialah pertukaran informasi antara mereka yang memiliki kesamaan secara budaya, linguistic, dan atau geografi.
Kelompok membutuhkan komunikasi untuk menunjang kekompakan dalam suatu kelompok. Selain itu, komunikasi dalam kelompok juga berfungsi untuk berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan, dan berdiskusi dengan anggota kelompok lain. Komunikasi dalam kelompok dibutuhkan untuk bisa mencapai tujuan bersama, dan untuk bisa mencapai tujuan bersama itu, dibutuhkan adanya kerja sama yang baik.
Fungsi-fungsi komunikasi dalam kelompok antara lain untuk menyampaikan pendapat, memberi komentar, memberikan informasi, mengekspresikan perasaan, memperlihatkan kendali, memecahkan persoalan dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut membutuhkan adanya komunikasi yang baik untuk menghindari adanya komunikasi dan kesalahpahaman. Miskomunikasi bisa mengganggu jalannya kelompok karena relasi yang baik sangat dibutuhkan dalam suatu kelompok agar bisa bekerja sama dengan baik.
Hubungan kerja sama yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis antar anggota kelompok sehingga anggota kelompok akan merasa lebih nyaman dalam melakukan tugas-tugasnya. Dalam kerja sama tim atau kelompok membuat anggota tim mempunyai rasa keterikatan dan saling memiliki satu sama lain dalam kelompok, sehingga mereka bersedia untuk mengesampingkan kebutuhan pribadi demi kepentingan kelompok. Adapun ukuran keberhasilan dari sebuah tim adalah jika tim tersebut mampu mencapai hasil yang telah ditetapkan.
Adapun alasan-alasan diperlukannya kerja sama didalam suatu kelompok adalah:
Hasil kerja sama akan memberikan hasil yang lebih banyak dibandingkan dengan kerja seorang diri.
Kerja sama kelompok dapat memberikan semangat, kepuasan, dan kebahagiaan bagi anggota kelompok.
Kemampuan perorangan dalam kerja sama kelompok dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja
Keberhasilan kelompok dapat diraih dengan saling membantu antara sesame anggota kelompok.
Dalam membangun kerja sama yang baik dalam kelompok, diperlukan adanya keterbukaan dan transparansi. Untuk menciptakan keterbukaan diperlukan kemauan dan kemampuan setiap anggota organisasi atau kelompok untuk berkomunikasi. Berkomunikasi bukan sekedar berbicara, melainkan bagaimana seseorang mampu mengeluarkan pendapat atau jalan pikirannya terhadap orang lain sehingga orang lain mau dan mampu menerima pendapatnya. Dalam proses komunikasi perlu diperhatikan karakter masing-masing pihak guna menghindari kesalahpahaman.
Media sosial didefinisikan sebagai sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan di masyarakat. Ardianto dalam buku Komunikasi 2.0 mengungkapkan, bahwa media sosial online, disebut jejaring sosial online bukan media massa online karena media sosial memiliki kekuatan sosial yang sangat mempengaruhi opini publik yang berkembang di masyarakat. Penggalangan dukungan atau gerakan massa bisa terbentuk karena kekuatan media online karena apa yang ada di dalam media sosial, terbukti mampu membentuk opini, sikap dan perilaku publik atau masyarakat.
Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial.
Meike dan Young dalam Nasrullah (2015) mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi diantara individu (to be share one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu.
Menurut Boyd dalam Nasrullah (2015) media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user-generated content (UGC) dimana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di instansi media massa.
Pada intinya, dengan sosial media dapat dilakukan berbagai aktifitas dua arah dalam berbagai bentuk pertukaran, kolaborasi, dan saling berkenalan dalam bentuk tulisan, visual maupun audiovisual. Sosial media diawali dari tiga hal, yaitu Sharing, Collaborating dan Connecting (Puntoadi, 2011).
Menurut Nasullah (2015) setidaknya ada enam kategori besar untuk melihat pembagian media sosial, yakni:
- Media jejaring sosial (social networking)
Media jejaring sosial merupakan medium yang paling popular. Media ini merupakan sarana yang bisa digunakan pengguna unutk melakukan hubungan sosial, termasuk konsekuensi atau efek dari hubungan sosial tersebut di dunia virtual. Karakter utama dari situs jejaring sosial adalah setiap pengguna membentuk jaringan pertemanan, baik terhadap pengguna yang sudah diketahuinya dan kemungkinan saling bertemu di dunia nyata (offline) maupu membentuk jaringan pertemanan baru. Contoh jejaring sosial yang banyak digunakan adalah facebook, linkedIn, online coference, messenger, dan lain-lain. - Jurnal Online (blog)
Blog merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengunggah aktifitas keseharian, saling mengomentari dan berbagi, baik tautan web lain, informasi dan sebagainya. Pada awalnya blog merupakan suatu bentuk situs pribadi yang berisi kumpulan tautan ke situs lain yang dianggap menarik dan diperbarui setiap harinya. Pada perkembangan selanjutnya, blog banyak jurnal (tulisan keseharian pribadi) pemilik media dan terdapat kolom komentar yang bisa diisi oleh pengguna. Secara mekanis, jenis media sosial ini bias dibagi menjadi dua, yaitu kategori personal homepage, yaitu pemilik menggunakan nama domain sendiri seperti .com atau.net dan yang kedua dengan menggunakan failitas penyedia halaman weblog gratis, seperti wordpress atau blogspot. - Microblog
Tidak berbeda dengan jurnal online (blog), microblogging merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan memublikasikan aktifitas serta atau pendapatnya. Contoh microblogging yang paling banyak digunakan adalah Twitter. - Media berbagi (media sharing)
Situs berbagi media merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi media, mulai dari dokumen (file), video, audio, gambar, dan sebagainya. Contoh media ini adalah: Youtube, Flickr, Photo-bucket, atau snapfish. - Penanda sosial (social bookmarking)
Penanda sosial merupakan media sosial yang bekerja untuk mengorganisasi, menyimpan, mengelola, dan mencari informasi atau berita tertentu secara online. Beberapa situs sosial bookmarking yang popular adalah delicious.com, stumbleUpon.com, Digg.com, Reddit.com, dan untuk di Indonesia ada LintasMe. - Media konten bersama atau wiki
Media sosial ini merupakan situs yang kontennya hasil kolaborasi dari para penggunanya. Mirip dengan kamus atau ensiklopedi, wiki menghadirkan kepada pengguna pengertian, sejarah hingga rujukan buku atau tautan tentang satu kata. Dalam prakteknya, penjelasan-penjelasan tersebut dikerjakan oleh pengunjung, artinya ada kolaborasi atau kerja sama dari semua pengunjung untuk mengisi konten dalam situs ini.
Untuk melakukan komunikasi kelompok, kita bisa menggunakan media apapun. Apalagi di masa modern seperti ini, kita dipermudah untuk melakukan komunikasi dengan adanya teknologi. Teknologi berupa media sosial ini memudahkan kita untuk bisa melakukan komunikasi tanpa terhalang ruang dan waktu. Kita bisa berkomunikasi dengan orang lain meskipun berada di tempat yang berbeda.
Terutama di masa pandemic seperti saat ini, kita tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan orang lain. Namun, komunikasi dalam kelompok harus tetap berjalan agar tujuan dapat tercapai. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kita bisa menggunakan media sosial sebagai jalan keluarnya. Kegiatan rapat yag biasanya dilakukan di satu ruangan bis akita ganti dengan menggunakan online conference. Kegiatan diskusi juga bisa dilakukan melalui messenger. Untuk mengirimkan informasi juga semakin mudah, kita bisa dengan cepat melakukan broadcast.











