Berita  

Edukasi Mangan dan Kunjungan Tambang Prodi Kimia UNWIRA Kupang

Penjelasan materi kepada siswa/siswi Smak Filomene Mena oleh Dosen Program Studi Kimia Unwira Kupang

TTU, detakpasifik.com- Dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa edukasi pengenalan bijih mangan dan studi lapangan bersama siswa SMA Katolik Sta. Filomena Mena di Kabupaten Timor Tengah Utara, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan siswa tentang potensi mineral mangan sekaligus menjadi media promosi program studi kepada siswa tingkat SMA.

Kepala sekolah Rm. Zebedeus Nahas dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap potensi sumber daya alam di wilayah Nusa Tenggara Timur serta peluang pengembangan pendidikan di bidang sains.

READ  Sampah Jadi Tiket Baca, Rumah Literasi di Kupang Tanamkan Karakter Anak Desa

Materi edukasi disampaikan oleh dosen kimia Faustina De Yesu Prisila Abi, S.Si., M.Si. Faustina De Yesu Prisila Abi dan Dionisia Hariani Nada, S.Si., M.Sc. Dionisia Hariani Nada bersama mahasiswa semester IV Renaldus Haryanto Jeranu Renaldus Haryanto Jeranu. Materi meliputi pengertian mangan, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, perannya dalam industri, serta cara pengolahan untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonominya.

Selain edukasi ilmiah, tim juga memperkenalkan profil Program Studi Kimia, peluang studi lanjut, serta prospek karier lulusan di bidang industri, lingkungan, dan pertambangan. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa melanjutkan pendidikan tinggi di bidang sains.

READ  Atasi Kendala Biaya, Bank NTT Dukung Pengiriman PMI Nagekeo ke Jepang

Setelah sesi kelas, siswa mengikuti studi lapangan ke lokasi tambang milik PT. Anugrah Nusantara Sejahtera di Desa Oemanu, Kecamatan Biboki Anleu. Siswa melihat langsung proses penambangan mangan, mulai dari pengupasan tanah penutup, pengambilan bijih, hingga pengangkutan material ke tempat pengolahan.

Dalam kunjungan tersebut, siswa juga mendapat penjelasan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengelolaan lingkungan pertambangan. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan terkait kandungan mineral batuan, penggunaan alat berat, dampak lingkungan, hingga peluang karier di bidang kimia, geologi, dan pertambangan.

READ  Defisit Perdagangan NTT Tembus Rp51 Triliun per Tahun, Gubernur Dorong Transformasi Ekonomi Produktif

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi. Selain memberikan pengalaman belajar langsung, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa terhadap bidang sains dan teknologi sekaligus memperkenalkan Program Studi Kimia sebagai pilihan studi lanjut yang relevan dengan potensi sumber daya alam daerah. (Arsen Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *