Berita  

Saluran Irigasi Wae Cecu Rusak, Warga Bergerak Sendiri Tanpa Penanganan Pemerintah

Kondisi saluran irigasi Wae Cecu yang rusak dan tertimbun material longsor setelah gempa mengguncang wilayah itu 15 Agustus 2026.

Ruteng, detakpasifik.com- Kerusakan saluran irigasi Wae Cecu di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, hingga kini belum mendapat penanganan pemerintah. Karenanya, warga Desa Papang dan Desa Ulu Belang terpaksa bergotong royong memperbaiki saluran dengan peralatan seadanya demi menyelamatkan tanaman padi mereka.

Saluran irigasi tersebut rusak setelah tertimpa material longsor yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Warga mengambil inisiatif memperbaiki saluran karena aliran air tersebut menjadi kebutuhan utama untuk mengairi ratusan hektare sawah di Desa Papang dan Desa Ulu Belang.

READ  Takut Gempa Susulan, Warga Lelak Pilih Tidur di Tenda Darurat

Kondisi ini semakin mendesak karena tanaman padi warga telah memasuki fase berbuah. Pada fase ini, tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup hingga menjelang panen.

Efen Halut, warga Desa Papang, mengatakan masyarakat tidak memiliki pilihan selain melakukan perbaikan secara swadaya. Mereka berharap pemerintah maupun Kementerian Pekerjaan Umum segera turun tangan menangani kerusakan saluran tersebut.

READ  PDI Perjuangan Sikka Melayat ke Ritapiret, Frater Leo Jadi Bagian Duka Gempa Flores

“Kami hanya menggunakan peralatan seadanya untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Kami berharap pemerintah atau Kementerian PU segera datang untuk memperbaikinya,” kata Efen kepada detakpasifik, Selasa (26/8/2026).

Menurut Efen, warga tidak dapat menunggu lebih lama karena kondisi tanaman padi sudah membutuhkan air.

“Kami tidak bisa menunggu. Kondisi padi sudah berbuah dan sangat membutuhkan air,” ujarnya.

Efen menjelaskan, terputusnya pasokan air dari saluran irigasi Wae Cecu berpotensi mengancam tanaman yang telah memasuki fase penting dan pada akhirnya dapat menyebabkan petani mengalami gagal panen.

READ  Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan di lokasi, terutama untuk memastikan kembali berfungsinya aliran irigasi Wae Cecu.

Hingga berita ini ditulis, media ini masih berupaya meminta tanggapan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait kerusakan dan upaya penanganan yang akan dilakukan, namun belum berhasil mendapatkan keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *