Kupang, detakpasifik.com– Upaya membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa terus didorong oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (BEM IPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Workshop Penulisan Karya Ilmiah yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwira, Jumat (14/3/2026).
Kegiatan ini diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan yang ingin memperdalam kemampuan menulis sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual seorang akademisi. Workshop tersebut tidak hanya membahas teknik penulisan, tetapi juga menekankan pentingnya cara berpikir ilmiah dalam merumuskan sebuah penelitian.
Dalam prapengantar kegiatan, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Eusabius Separera Niron, S.IP., M.IP., menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan fondasi utama bagi seorang sarjana Ilmu Pemerintahan.
“Menulis harus menjadi jantung bagi setiap lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan. Melalui tulisan, mahasiswa tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga membangun analisis kritis terhadap berbagai persoalan pemerintahan dan kehidupan sosial,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan pemateri utama P. Peter Tan, SVD, dosen dari Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan tradisi berpikir kritis dan penulisan akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kualitas sebuah penelitian sangat ditentukan oleh kualitas pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.
“Penelitian yang baik dimulai dari pertanyaan yang ilmiah, dan pertanyaan itu harus dijawab dengan jawaban yang juga ilmiah,” jelasnya.
Menurutnya, penelitian yang kuat umumnya berangkat dari pertanyaan “how” dan “why”, karena kedua bentuk pertanyaan tersebut mendorong peneliti untuk menggali penjelasan yang lebih mendalam terhadap suatu fenomena sosial maupun politik.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibimbing untuk memahami proses dasar dalam menyusun karya ilmiah, mulai dari merumuskan pertanyaan penelitian, membangun kerangka berpikir, hingga menyusun argumen yang logis dan sistematis dalam tulisan akademik.
Selain itu, pemateri juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun tradisi menulis secara serius. Hal ini penting agar karya akademik mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tugas perkuliahan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tulisan yang layak dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah BEM Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam mendorong lahirnya budaya akademik yang kuat di kalangan mahasiswa. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi dalam pengembangan kajian pemerintahan dan ilmu sosial di Indonesia. (Arsen Setiawan)











