Jakarta, detakpasifik.com- Pemerintah pusat menyalurkan tambahan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dana tersebut dialokasikan melalui tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) atau bantuan kemasyarakatan Presiden untuk pemerintah daerah yang terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan seluruh anggaran telah ditransfer pada Senin (24/8/2026).
“Sudah ditransfer semua pagi ini tambahan BTT dari Presiden oleh Mensesneg,” kata Tito dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan rincian penyaluran bantuan kemasyarakatan Presiden untuk penanggulangan bencana alam di NTT per 24 Agustus 2026, anggaran Rp200 miliar tersebut dibagi untuk pemerintah provinsi dan delapan kabupaten terdampak.
Pemerintah Provinsi NTT menerima alokasi sebesar Rp40 miliar yang disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Sementara itu, delapan kabupaten masing-masing memperoleh Rp20 miliar. Daerah tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Tito mengatakan penyaluran anggaran tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat upaya penanganan dampak bencana di NTT.
Dengan seluruh dana telah masuk ke rekening pemerintah daerah, Tito berharap anggaran tersebut dapat segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Penyaluran Rp200 miliar itu menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah pusat setelah gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah daerah di NTT.*











