Berita  

YBTS Gelar Youth Graduation Batch 4 di Kampung Lamba, Cetak Petani Milenial Mandiri

YBTS mendorong lahirnya generasi petani muda mandiri melalui pendampingan hortikultura selama satu tahun, membuktikan pertanian mampu menjadi peluang ekonomi masa depan bagi kaum muda di Manggarai.

Para petani menunjukkan sertifikat (foto: Arsen Setiawan)

Ruteng, detakpasifik.com – Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) menyelenggarakan kegiatan Youth Graduation Batch 4 dengan tema “Membibitkan Kehidupan” di Kampung Lamba-Ketang, Desa Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini merupakan seremoni kelulusan bagi para petani milenial yang telah mengikuti program pendampingan pertanian hortikultura selama satu tahun penuh. YBTS sendiri merupakan yayasan yang berpusat di Jakarta dan bergerak dalam pengembangan sektor pertanian hortikultura berbasis pemberdayaan generasi muda.

Desa Ketang, khususnya Kampung Lamba, dipilih sebagai lokasi program karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian hortikultura. Selain memiliki ketersediaan lahan yang memadai, wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu pusat distribusi hasil pertanian di Kecamatan Lelak.

Perwakilan kelompok petani milenial, Urbanus Kadijo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Ketang serta Yayasan Bina Tani Sejahtera yang telah mendampingi mereka selama satu tahun terakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Ketang karena tanpa dukungan mereka, kami tidak akan merasakan kesempatan belajar bersama YBTS. Terima kasih juga kepada yayasan yang telah memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman kepada kami selama kurang lebih satu tahun ini,” ujarnya.

Menurut Urbanus, program tersebut telah memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani muda mengenai teknik budidaya pertanian yang baik dan benar.

READ  Pengurus KONI NTT Resmi Dilantik, Targetkan 10 Besar PON dan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

“Kami yang berjumlah 19 orang telah mendapatkan bekal yang sangat berharga. Harapan kami, ilmu yang telah diberikan dapat terus diterapkan demi keberlanjutan usaha tani di masa depan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah peserta menyampaikan kesan dan pesan mereka. Di antaranya Fian Saken, Aloysius Horas, Fransiskus Mare, Mama Imelda, dan Mama Nita.

Mereka mengaku bangga karena berhasil menyelesaikan proses pembelajaran yang panjang dan memperoleh pengalaman baru yang sangat berharga.

“Kami merasa terberkati karena mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan. Kami juga belajar untuk berani berbicara di depan banyak orang karena selalu diberikan ruang dan kesempatan selama program berlangsung,” ungkap mereka.

Mama Imelda turut menyampaikan pesan perpisahan kepada tim pendamping YBTS.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga segala hal baik yang diperoleh selama mendampingi kami di Kampung Lamba dapat dibawa ke tempat yang baru, dan hal-hal yang kurang baik cukup menjadi pelajaran bersama,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga selesai tersebut dihadiri sekitar 40 peserta dan tamu undangan.

Petugas lapangan YBTS, Rointan Sitorus, menjelaskan bahwa kegiatan Youth Graduation merupakan bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan program selama satu tahun dengan tiga musim tanam.

READ  Presiden Prabowo Disambut Raja dan Ratu Belanda

“Program ini ditujukan bagi kaum muda berusia 18 hingga 38 tahun. Tujuan utama kami adalah membantu mereka memperoleh penghasilan yang layak, meningkatkan keberlanjutan usaha tani, serta menciptakan generasi petani muda yang mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan wisuda tersebut merupakan simbol penghargaan atas perjuangan peserta selama mengikuti proses pendampingan.

“Selama satu tahun kami belajar dan bekerja bersama. Mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, hingga menjadikan kawasan yang sebelumnya belum produktif menjadi lahan sayuran yang menghasilkan. Semua proses itu membutuhkan kerja keras dan komitmen yang luar biasa,” katanya.

Menurut Rointan, pada awal program terdapat 23 peserta yang lolos seleksi. Namun hingga akhir program hanya 19 orang yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendampingan karena beberapa peserta memilih merantau ke luar daerah.

Ia menjelaskan bahwa Desa Ketang dipilih karena memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan yayasan, seperti ketersediaan lahan, sumber air yang memadai, serta tingginya minat belajar masyarakat.

“Setiap peserta mengelola lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi secara mandiri. Selain itu, Desa Ketang memiliki sumber air yang cukup sehingga tanaman tetap dapat dipelihara saat musim kemarau. Yang paling penting, masyarakat di sini memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi,” ujarnya.

READ  Dangko dan Perjalanan Mencari Pante

Lebih lanjut, Rointan mengatakan bahwa program ini juga bertujuan membuka peluang kerja bagi generasi muda melalui sektor pertanian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian dapat menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Saat ini beberapa peserta sudah mampu membeli kendaraan, memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan membantu biaya pendidikan anak mereka dari hasil bertani,” jelas perempuan asal Sumatra tersebut.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Ketang, Marselinus Ntalapar, mengapresiasi kehadiran YBTS yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda desa.

“Proses menghadirkan program ini tidak mudah. YBTS harus melalui berbagai tahapan perizinan dan mencari calon petani muda yang memenuhi kriteria. Dari sejumlah desa yang mereka kunjungi di Kecamatan Lelak, akhirnya Desa Ketang yang terpilih. Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

Marselinus berharap para peserta yang telah diwisuda dapat menjadi pelopor dan motivator bagi pemuda lainnya untuk terjun ke sektor pertanian.

“Wisuda hari ini bukan sekadar menerima sertifikat, tetapi merupakan pengakuan atas proses belajar selama satu tahun. Saya berharap teman-teman yang telah lulus dapat menjadi leader dan mengajak pemuda lainnya untuk melihat bahwa pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan,” pungkasnya. (Arsen Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *