Peringati Hari Buruh, BEM IP Unwira Gelar Mimbar Bebas

Kupang, detakpasifik.com– Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) program studi ilmu pemerintahan Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar kegiatan reflektif berupa panggung mimbar bebas. Kegiatan ini sekaligus merayakan Dies Natalis ke-41, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP.

Momentum Hari Buruh dimaknai tidak sekadar sebagai peringatan seremonial, tetapi sebagai pengingat akan pentingnya perjuangan keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja. Pada saat yang sama, momentum ini menjadi refleksi kritis bagi insan Ilmu Pemerintahan agar tidak abai terhadap realitas sosial yang terus berkembang.

Kegiatan yang berlangsung di pelataran FISIP UNWIRA tersebut dikemas dalam nuansa outdoor yang elegan dan dihadiri oleh dosen serta seluruh mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar akademik.

READ  Bank NTT Siapkan Kuota KUR Rp350 Miliar pada 2026, Fokus Dorong UMKM dan Pekerja Migran

Acara ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni mimbar bebas mahasiswa dan dosen, soft launching MEUP Project, serta perayaan Dies Natalis ke-41 Program Studi Ilmu Pemerintahan.

Ketua BEM Ilmu Pemerintahan, Arieltry Y.S. Tafuly, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif pengurus BEM dalam merancang kegiatan ini. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi bersama.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi panggung bagi kita semua untuk mengekspresikan diri, sekaligus merefleksikan perjuangan kaum buruh dan perjalanan panjang Program Studi Ilmu Pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Eusabius Seprera Niron, S.IP., M.IP, menyampaikan pandangan kritis terkait relevansi Ilmu Pemerintahan di tengah dinamika global dan lokal.

READ  Komunikasi dalam Kelompok dan Penggunaan Media Sosial

“Apakah Program Studi Ilmu Pemerintahan masih relevan dengan kompleksitas persoalan hari ini? Empat puluh satu tahun perjalanan seharusnya cukup matang untuk menjadi kekuatan intelektual yang mampu menentukan arah kebijakan negara,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran nyata akademisi di tengah masyarakat, bukan hanya berada dalam ruang akademik yang nyaman namun terpisah dari realitas sosial.

Sekretaris Umum BEM Ilmu Pemerintahan, Grace Weru Malana, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang inklusif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan potensi sekaligus memperkuat solidaritas dalam lingkup akademik.

READ  Buku Asa dan Rasa, Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Melki–Johny Dilaunching

Rangkaian acara berlangsung meriah melalui berbagai penampilan dalam sesi mimbar bebas, seperti orasi, pembacaan puisi, solo performance, hingga kritik sosial yang menggugah kesadaran.

Pada puncak acara, BEM Ilmu Pemerintahan menghadirkan kejutan berupa tumpeng ulang tahun yang disertai letusan kembang api, menambah semarak perayaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan Fraternitas Party sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas seluruh peserta.

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang refleksi akademik, ekspresi kreatif, dan penguatan nilai kebersamaan dalam menjawab tantangan zaman. Kegiatan ini berlangsung di depan Aula Fisip Unwira Kupang, tanggal 1 Mei 2026. (Arsen Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *