1000 Days Fund Perkuat Kapasitas Nakes di Matim, Sasar Dua Kecamatan dengan Kasus Stunting Tertinggi

Yayasan 1000 Cita Bangsa (1000 Days Fund) Gelar Training of Trainers

Borong, detakpasifik.com– Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Yayasan 1000 Cita Bangsa (1000 Days Fund) menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi tenaga kesehatan di dua kecamatan dampingan, yakni Kecamatan Elar Selatan dan Kecamatan Rana Mese.

Pelatihan yang berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 25–26 Mei dan 29–30 Mei 2026 tersebut, melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan desa yang menjadi wilayah fokus program penanganan stunting yayasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis mengingat kedua kecamatan tersebut tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Manggarai Timur berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat.

Di Kecamatan Elar Selatan, program ini menjangkau empat puskesmas, yakni Puskesmas Lempang Paji, Wukir, Runus, dan Mamba, serta sembilan desa dan satu kelurahan. Sementara di Kecamatan Rana Mese, pelatihan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sita bersama perwakilan dari 10 desa yang berada dalam wilayah kecamatan tersebut.

Setiap puskesmas mengutus tiga tenaga kesehatan yang membidangi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Promosi Kesehatan (Promkes), dan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG). Sedangkan masing-masing desa mengirimkan dua tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.

READ  Sang Penabur Telah Pulang (In Memoriam Pater Thomas Krump SVD)

Fokus pada Pencegahan dan Deteksi Dini

District Manager Yayasan 1000 Cita Bangsa Kabupaten Manggarai Timur, Sandra Dalerita, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Menurut Sandra, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang dalam menekan angka stunting melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

“Yayasan 1000 Cita Bangsa merupakan organisasi yang berfokus pada upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Kami memiliki sumber daya dan pengalaman yang siap digunakan untuk mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan ini para tenaga kesehatan akan menjadi fasilitator yang bertugas melatih kader-kader posyandu di desa masing-masing. Kader posyandu dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di tingkat masyarakat.

Selain itu, hasil pelatihan akan diterapkan melalui peningkatan kualitas layanan posyandu, pemantauan rutin terhadap sasaran berisiko, serta kunjungan rumah secara berkala oleh kader kesehatan dan tenaga kesehatan yang telah mendapatkan penguatan kapasitas.

READ  Bank NTT Ubah Strategi KUR: Tak Lagi Sekadar Pinjamkan Uang

“Pendampingan berjenjang dan supervisi yang berkelanjutan akan menjadi bagian dari implementasi program ini. Langkah tersebut sejalan dengan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sedang didorong oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Sandra.

Ribuan Anak Masih Mengalami Stunting

Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Lidia Sanggut, S.Gz.

Dalam sambutannya, Lidia mengungkapkan bahwa persoalan stunting di Manggarai Timur masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 1.759 anak di Kabupaten Manggarai Timur yang masih mengalami stunting. Angka tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang lebih masif dan terukur masih sangat dibutuhkan.

“Jumlah 1.759 anak yang mengalami stunting merupakan angka yang besar. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan dalam pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan perkembangan kognitifnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ungkapnya.

Lidia menegaskan bahwa pemilihan Kecamatan Elar Selatan dan Rana Mese sebagai wilayah dampingan merupakan langkah yang tepat karena kedua wilayah tersebut menjadi penyumbang kasus stunting tertinggi di Kabupaten Manggarai Timur.

READ  Labuan Bajo : Kota Padat Modal, Nihil Nurani Humanisme

Menurutnya, kehadiran Yayasan 1000 Cita Bangsa menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan 1000 Cita Bangsa yang telah hadir dan berkontribusi di Kabupaten Manggarai Timur. Dinas Kesehatan siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan,” katanya.

Kolaborasi antara Yayasan 1000 Cita Bangsa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur dinilai menjadi langkah konkret dalam menghadapi persoalan stunting yang masih tinggi di daerah tersebut.

Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, pelatihan kader posyandu, skrining sasaran berisiko, hingga kunjungan rumah secara rutin, kedua pihak berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menyeluruh.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa, sehingga kasus stunting dapat ditekan dan generasi masa depan Manggarai Timur tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif.* (en)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *