laporan Riki Cowang
Ruteng, detakpasifik.com- Penyaluran bantuan Pemerintah Kabupaten Manggarai bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, disorot. Seorang warga mengaku belum menerima bantuan meski rumahnya mengalami kerusakan parah hingga nyaris tidak dapat dihuni.
Yohanes Papur, warga Langke Maras, RT 011/RW 006, Desa Belang Turi, mengaku kecewa dengan proses pendataan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa yang dilakukan pemerintah desa.
Kepada detakpasifik, Senin (24/8/2026), Yohanes mengatakan rumahnya mengalami kerusakan parah akibat gempa. Kondisi tersebut membuat rumahnya nyaris tidak lagi dapat dihuni.
Namun, Yohanes mengaku namanya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan tanggap darurat yang disalurkan pemerintah desa.
“Saya merasa seperti didiskriminasi. Tapi saya tidak punya kekuatan untuk protes,” kata Yohanes.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu hanya berharap pemerintah tetap memperhatikannya sebagai salah satu warga terdampak yang membutuhkan bantuan.
“Rumah saya hancur parah, Pak. Saya sangat butuh perhatian pemerintah,” ujarnya.
Yohanes bersama istrinya, yang juga bekerja sebagai petani, menghidupi dua orang anak. Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah, termasuk dari Pemerintah Desa Belang Turi.
Menurut dia, bantuan yang pernah sekali diterimanya hanya berasal dari pihak organisasi nonpemerintah.
“Jujur, saya tidak pernah dapat, kecuali dari PT Pupuk Indonesia dan Floresa,” ujarnya.
Yohanes mempertanyakan proses distribusi bantuan pemerintah desa. Menurutnya, kondisi rumahnya semestinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima bantuan.
Ia berharap pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap warga terdampak gempa, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga total rusak.
“Pemdes memang aneh, turun bantuan tidak sesuai sasaran. Bahkan rumah saya yang sangat parah ini dilewatkan,” katanya.
Bantuan Telah Disalurkan
Informasi yang diperoleh detakpasifik, bantuan Pemerintah Kabupaten Manggarai bagi warga terdampak gempa di Desa Belang Turi telah disalurkan pada Minggu (23/8/2026).
Penyaluran tersebut menjadi perhatian karena masih terdapat warga yang mengaku belum menerima bantuan, meski rumah mereka mengalami kerusakan berat.
detakpasifik telah menghubungi Penjabat Kepala Desa Belang Turi, Sarbinus Haryanto, untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan.
Namun, hingga berita ini ditulis, Sarbinus belum memberikan keterangan secara langsung karena belum memiliki waktu untuk diwawancarai.
“Nanti ite ke kantor desa hari Rabu,” tulis Sarbinus melalui pesan WhatsApp.
Sekretaris Desa Belang Turi, Fransiskus Rere, juga telah dihubungi untuk memperoleh penjelasan mengenai penyaluran bantuan dan data warga penerima. Namun, belum diperoleh keterangan lebih lanjut.
detakpasifik akan memperbarui berita ini setelah pemerintah desa memberikan penjelasan resmi mengenai penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa di Desa Belang Turi.*











