Berita  

Bukan Hanya Sembako, Korban Gempa Flores Kini Butuh Sepatu dan Perlengkapan Sekolah

Anggota DPRD NTT Bonifasius Burhanus menemukan kebutuhan korban gempa Flores tak lagi sebatas sembako dan obat-obatan, tetapi juga sepatu, tas, serta buku sekolah bagi anak-anak, terutama keluarga yang rumahnya runtuh total.

Rumah-rumah roboh akibat Gempa Flores pada 15 Agustus 2026

Ruteng, detakpasifik.com- Kebutuhan korban gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata tidak hanya berkaitan dengan pangan dan obat-obatan. Warga terdampak juga meminta bantuan berupa sepatu, tas, dan buku tulis untuk menunjang aktivitas anak-anak mereka di sekolah.

Temuan tersebut disampaikan anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Gerindra, Bonifasius Burhanus setelah delapan hari turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak gempa di Manggarai.

Bonifasius mengatakan, selama berkeliling menyalurkan bantuan, dirinya mendapati banyak warga korban gempa menyampaikan kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka.

“Banyak permintaan warga korban untuk membantu selain sembako dan obat-obatan. Mereka juga minta bantuan sepatu untuk anak sekolah, tas dan buku tulis,” kata Bonifasius dalam keterangannya dari lokasi terdampak, Senin (24/8/2026).

READ  BEM IPM Unwira Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah

Menurut Bonifasius, kebutuhan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah maupun berbagai pihak yang bergerak dalam aksi kemanusiaan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan hingga runtuh total.

Bonifasius berharap bantuan kepada korban tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan dan obat-obatan, tetapi juga menyentuh kebutuhan anak-anak korban bencana agar mereka tetap dapat menjalani aktivitas pendidikan.

“Kalau bisa semua unsur pemerhati kemanusiaan dan pemerintah memperhatikan keluhan ini, terutama bagi korban yang rumahnya runtuh total,” ujarnya.

Gerindra Sudah Delapan Hari Salurkan Bantuan

Di tengah kebutuhan warga yang masih beragam, Partai Gerindra NTT terus bergerak menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak gempa.

READ  Perspektif Filsafat Politik Tentang Konflik Tanah dan Perkawinan Adat di Manggarai

Bonifasius menyebut, hingga Senin, 24 Agustus 2026, distribusi bantuan tersebut telah memasuki hari kedelapan.

Selama delapan hari, tim telah menyentuh sejumlah titik terdampak di wilayah Manggarai dan sekitarnya.

Beberapa lokasi yang telah didatangi antara lain Salama, Reok, Barang Cibal, Redo dan Benteng Lelak, Langke Rembong, Wae Ri’i, Desa Ketang Lelak, Purek Kecamatan Ruteng, Mbohang Lelak, Rura dan Ojang di Reok Barat, Meda dan Nanu di Cibal Barat, Gencor Poreng Kecamatan Lelak, Buntal Manggarai Timur, Golo Watu Wae Ri’i, Dimpong Rahut, Kotok Compang Kules Manggarai Barat, serta Pong Leko dan Maras Kecamatan Ruteng.

READ  Gempa M7,7 Guncang NTT, Warga di Flores Berhamburan Keluar Rumah

Bonifasius mengatakan, Gerindra juga telah melakukan koordinasi dengan pimpinan partai terkait berbagai kondisi yang ditemukan selama berada di lapangan.

“Gerindra juga sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait kondisi ini,” katanya.

Boni melanjutkan, distribusi bantuan tidak berhenti pada wilayah yang telah dikunjungi. Pada hari ini, Senin, tim Gerindra kembali menjadwalkan penyaluran bantuan sembako ke Lalong Wae Ri’i dan Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese Utara.

Sementara pada Selasa, 25 Agustus 2026, bantuan direncanakan menyasar wilayah Perak, Kecamatan Cibal, dan Gapong. (Juan Pesau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *