Bank NTT Percepat Transformasi Layanan dan Pembenahan Kredit Demi Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat

Kupang, detakpasifik.com – Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) untuk terus bertransformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan layanan perbankan, tetapi juga lewat langkah serius membenahi tata kelola internal serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Charlie Paulus, Bank NTT kini menempatkan peningkatan pelayanan dan pembenahan kualitas kredit sebagai agenda prioritas. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi menyeluruh agar bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini semakin sehat, profesional, dan mampu bersaing dengan lembaga perbankan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Charlie Paulus saat ditemui wartawan di sela kegiatan kerja bakti bersama jajaran manajemen dan karyawan Bank NTT di Kantor Pusat Bank NTT, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-64 Bank NTT, sekaligus mencerminkan semangat membangun budaya kerja yang lebih baik dari lingkungan kerja hingga pelayanan kepada nasabah.

Charlie menegaskan bahwa proses transformasi yang sedang dijalankan tidak hanya menyentuh aspek fisik maupun digitalisasi layanan, tetapi juga menyasar perbaikan sistem pengelolaan bisnis, khususnya dalam penanganan kredit bermasalah yang selama ini menjadi salah satu tantangan perusahaan.

READ  Bank NTT Percepat Transformasi Menuju Bank Daerah Modern dan Kompetitif

Menurutnya, Bank NTT tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang pernah terjadi. Sebaliknya, seluruh pengalaman tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih kuat, transparan, dan akuntabel.

“Kami sedang melakukan pembenahan secara menyeluruh. Salah satu fokus utama adalah memperbaiki pengelolaan kredit agar lebih sehat dan lebih berkualitas. Ini membutuhkan waktu, tetapi kami berkomitmen menjalankannya secara konsisten,” ujarnya.

Charlie menjelaskan, evaluasi yang dilakukan menyentuh seluruh proses pemberian kredit, mulai dari tata kelola, mekanisme pengawasan, hingga kewenangan masing-masing kantor cabang.

Apabila sebelumnya setiap kantor cabang memiliki kewenangan yang relatif sama dalam menyalurkan kredit, kini Bank NTT menerapkan pendekatan yang lebih terukur. Besaran kewenangan akan disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia, kualitas pengelolaan, kemampuan analisis risiko, serta rekam jejak masing-masing kantor.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko kredit bermasalah di masa mendatang sekaligus memperkuat prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pembiayaan.

“Setiap cabang memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda. Karena itu kewenangannya juga harus disesuaikan. Kami ingin memastikan setiap keputusan kredit benar-benar dilakukan berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan kualitas pengelolaan yang dimiliki,” jelasnya.

READ  Mahasiswa MBKM Ilmu Pemerintahan UNWIRA Resmi Diterima di Desa Oesena

Selain memperkuat tata kelola kredit, Bank NTT juga menjadikan peningkatan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama transformasi perusahaan.

Charlie mengakui bahwa berbagai kritik dan masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen. Karena itu, Bank NTT terus melakukan pembenahan budaya pelayanan agar setiap nasabah memperoleh pengalaman bertransaksi yang nyaman, cepat, profesional, dan setara dengan standar pelayanan perbankan modern.

Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga. Oleh sebab itu, seluruh insan Bank NTT didorong untuk menghadirkan pelayanan yang lebih ramah, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan terbaik ketika datang ke Bank NTT. Standar pelayanan harus terus meningkat sehingga mampu bersaing dengan bank-bank swasta maupun bank nasional lainnya,” katanya.

Charlie juga mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap memberikan kepercayaan kepada Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat.

Menurutnya, Bank NTT bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan aset daerah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor usaha, serta mendukung pembangunan di berbagai kabupaten dan kota di NTT.

“Bank NTT adalah milik seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu kami akan bekerja sekuat tenaga agar keberadaan bank ini benar-benar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Charlie.

READ  Menyambut MBG Sambil Mengantar NTT Eksodus dari Derita

Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pelayanan yang semakin baik, Charlie juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan secara langsung kepada manajemen.

Ia berharap setiap masukan disampaikan melalui jalur komunikasi yang tersedia sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Kalau ada pelayanan yang belum memuaskan, silakan sampaikan langsung kepada kami. Jangan berhenti pada percakapan di media sosial. Mari bersama-sama membangun Bank NTT agar semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Transformasi yang tengah dijalankan Bank NTT menjadi sinyal kuat bahwa bank daerah ini terus berupaya memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan kualitas tata kelola, serta menghadirkan pelayanan yang semakin profesional. Dengan dukungan masyarakat dan komitmen seluruh insan Bank NTT, transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mengokohkan peran Bank NTT sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *