Rahmat Saleh Menjaga Nadi Transformasi Bank NTT dari Balik Layar Digital

Di balik transformasi digital Bank NTT, Rahmat Saleh mengedepankan kepemimpinan yang berintegritas, penguatan sumber daya manusia, dan inovasi teknologi demi menghadirkan layanan perbankan yang modern, aman, serta menjangkau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Rahmat Saleh (dokpri)

Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah wajah industri perbankan nasional, keberhasilan sebuah bank tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya aset atau luasnya jaringan kantor. Di balik setiap transaksi yang berlangsung dalam hitungan detik, setiap layanan digital yang dapat diakses masyarakat, hingga setiap sistem keamanan yang melindungi data nasabah, terdapat sosok-sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan.

Di PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), salah satu figur yang memegang peran strategis tersebut adalah Rahmat Saleh, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional. Ia menjadi bagian penting dari transformasi yang sedang dijalankan Bank NTT untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang mampu bersaing di era ekonomi digital.

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, nama Rahmat Saleh bukanlah sosok yang asing. Perjalanan kariernya di Bank NTT dibangun melalui proses panjang, dimulai dari berbagai tanggung jawab strategis hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional. Penunjukan tersebut bukan sekadar promosi jabatan, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap kapasitas, pengalaman, serta kepemimpinannya dalam mengawal perubahan di tubuh Bank NTT.

Sebelum bergabung dalam jajaran direksi, Rahmat Saleh pernah mengemban amanah sebagai Kepala Divisi Umum Bank NTT. Posisi tersebut memberinya pengalaman luas dalam memahami kebutuhan organisasi, membangun koordinasi antardivisi, serta memastikan operasional perusahaan berjalan secara efektif. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi fondasi kuat ketika ia dipercaya mengawal sektor teknologi informasi dan operasional, dua bidang yang kini menjadi tulang punggung industri perbankan modern.

Namun, perjalanan hidup Rahmat Saleh tidak hanya dibentuk oleh dunia profesional. Ia juga dikenal sebagai mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Forkot pada era Reformasi 1998. Pengalaman dalam gerakan mahasiswa membentuk karakter kepemimpinannya yang menjunjung tinggi integritas, keberanian mengambil keputusan, serta rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik. Nilai-nilai tersebut masih melekat dalam cara ia memimpin hingga hari ini.

READ  Bank NTT Siapkan Rp500 Miliar untuk Antisipasi Lonjakan Transaksi Jelang Idul Fitri

Di lingkungan internal Bank NTT, Rahmat Saleh dikenal sebagai pribadi yang sederhana, terbuka, dan mudah berinteraksi dengan siapa saja. Banyak pegawai menyebutnya bukan hanya sebagai atasan, melainkan juga sebagai mentor yang selalu memberi ruang untuk belajar dan berkembang. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

Hubungan baik itu tidak hanya terbangun di dalam perusahaan. Di kalangan insan pers di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang, Rahmat Saleh dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan menghargai kerja jurnalistik. Ia membangun komunikasi tanpa sekat, menjadikan keterbukaan informasi sebagai bagian penting dari tata kelola perusahaan yang profesional. Tidak sedikit jurnalis yang mengenalnya sebagai figur yang bersahaja, mudah dihubungi, dan selalu mengedepankan sikap saling menghormati.

Mengawal Transformasi Digital Bank NTT

Sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Rahmat Saleh mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan Bank NTT mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah transformasi digital dan penguatan sistem keamanan informasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bank NTT dalam menghadirkan layanan yang semakin modern sekaligus memberikan perlindungan maksimal terhadap data nasabah.

Komitmen tersebut tercermin melalui peluncuran Dashboard Monitoring Rekening Pemerintah Daerah dan Aplikasi E-Retribusi Parkir bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pada 15 Juni 2026. Inovasi tersebut menghadirkan sistem pengawasan transaksi keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan mampu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah. Di saat yang sama, digitalisasi tersebut memperkuat sinergi antara Bank NTT dan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang modern.

READ  Bank NTT Dukung Renovasi Kapela Stasi Kende di Manggarai dengan Bantuan Semen

Bagi Rahmat Saleh, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, tetapi menciptakan ekosistem layanan yang cepat, aman, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur.

SDM Menjadi Pondasi Kemajuan

Di balik kemajuan teknologi, Rahmat Saleh meyakini bahwa manusia tetap menjadi aset terpenting perusahaan.

Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi agenda strategis yang terus diperkuat. Berbagai program pelatihan, peningkatan kompetensi, pembentukan budaya kerja yang disiplin, serta penanaman nilai integritas menjadi bagian dari upaya membangun SDM perbankan yang profesional.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan pada Juni 2026 ketika Bank NTT menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Dengan SDM yang unggul, pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), diyakini akan semakin berkualitas.

Bagi Rahmat Saleh, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi adalah manusia yang menjalankan sistem tersebut dengan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani.

Memastikan Layanan Menjangkau Seluruh NTT

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT memiliki tanggung jawab melayani masyarakat di 22 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak sederhana.

Di sinilah fungsi operasional memegang peranan penting. Rahmat Saleh memastikan seluruh sistem layanan Bank NTT berjalan optimal sehingga masyarakat, di mana pun berada, dapat mengakses berbagai produk dan layanan perbankan.

Mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Mikro Merdeka Usaha (KUMU), transaksi berbasis QRIS, hingga layanan digital melalui NTT Bank Mobile, seluruhnya membutuhkan sistem operasional yang kuat, stabil, dan terintegrasi.

READ  Membangun dengan Mental atau Membangun Mental?

Keandalan sistem tersebut menjadi faktor penting agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Bank NTT.

Menopang Agenda Besar Bank NTT

Kehadiran Rahmat Saleh dalam jajaran Direksi Bank NTT menjadi bagian dari langkah besar perusahaan dalam mempercepat transformasi kelembagaan.

Ada tiga agenda strategis yang terus dikawal bersama, yakni memperkuat digitalisasi layanan melalui pengembangan NTT Bank Mobile, QRIS, serta sistem keamanan informasi; membangun tata kelola perusahaan yang profesional sesuai prinsip Good Corporate Governance dan arahan regulator; serta memastikan seluruh sistem operasional mampu mendukung program-program ekonomi kerakyatan, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.

Seluruh agenda tersebut menunjukkan bahwa transformasi Bank NTT bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan perubahan cara kerja, budaya organisasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di balik layar transformasi itu, Rahmat Saleh hadir sebagai salah satu motor penggerak yang memastikan setiap inovasi dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata.

Pengalaman panjang, kepemimpinan yang humanis, komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia, serta visinya dalam mendorong digitalisasi menjadikan Rahmat Saleh sebagai representasi wajah baru Bank NTT—bank daerah yang terus berbenah menjadi institusi keuangan yang modern, aman, adaptif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah bank bukan hanya diukur dari angka-angka dalam laporan keuangan, melainkan juga dari kemampuannya menghadirkan pelayanan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Dalam perjalanan menuju cita-cita menjadikan Bank NTT sebagai “Bank Kebanggaan Orang NTT”, Rahmat Saleh memainkan peran penting dalam menjaga agar transformasi tersebut berjalan dengan kokoh, berkelanjutan, dan berpihak pada kemajuan daerah.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *