Kupang, detakpasifik.com- Kupang kembali menunjukkan daya tariknya di mata dunia. Pada 24 Februari 2026, kapal pesiar Riviera dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Tenau Kupang dengan membawa sekitar 600 wisatawan mancanegara asal Amerika dan Eropa. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi promosi pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Kedatangan ratusan turis asing ini difasilitasi PT Oceania Word Travel. Owner perusahaan tersebut, Yohanes Rumat, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mempromosikan destinasi wisata NTT ke pasar internasional.
“Kami secara rutin mempromosikan potensi pariwisata NTT, termasuk sejumlah obyek di Kabupaten Kupang yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara,” ujar Rumat, Senin (23/2/206). “Pada Februari ini, destinasi yang kami pilih adalah beberapa obyek wisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.”
Menyaksikan Tradisi di Pantai Lasiana dan Lacove
Rangkaian kunjungan wisata akan dimulai dari Pantai Lasiana. Di sana, para turis akan menyaksikan secara langsung proses pembuatan gula lempeng secara tradisional, sebuah warisan kearifan lokal yang masih dipertahankan hingga kini.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Lacove untuk menikmati jamuan ringan. Di lokasi tersebut, wisatawan akan disambut dengan tarian tradisional dan diajak menari bersama puluhan penari lokal. Interaksi ini diharapkan memberi pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi para tamu.
Menelusuri Jejak Kerajaan Amarasi dan Tradisi Rote
Hans Rumat, yang juga adalah anggota DPRD NTT menjelaskan bahwa rombongan wisatawan juga akan mengunjungi Kerajaan Amarasi di Baun.
“Tempat yang akan dikunjungi adalah Kerajaan Amarasi yang ada di Baun. Di sana ada tarian adat, situs peninggalan sejarah, dan penyambutan secara adat,” jelas Hans.
Selain itu, kekhasan tradisi sadap tuak yang dikenal sebagai kebiasaan masyarakat Rote juga akan diperkenalkan kepada wisatawan.
“Sadap tuak merupakan salah satu kekhasan budaya yang akan kami jual kepada wisatawan,” tambahnya.
Para turis juga akan diajak melihat proses pembuatan alat musik sasando serta topi tradisional berbahan daun lontar yang sarat simbol dan filosofi. Oebelo, yang dikenal sebagai tempat asal tokoh Yeremias Pah, perajin sekaligus pelestari alat musik Sasando turut menjadi bagian dari kunjungan. Dari sana, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Museum NTT yang dianggap sebagai miniatur Nusa Tenggara Timur karena menyimpan beragam produk dan warisan budaya dari seluruh wilayah provinsi.
“Itu adalah miniatur NTT. Semua produk ada di sana,” ungkap Hans.
Harapan bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Hans berharap kedatangan kapal pesiar dengan 600 wisatawan asing ini membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Kami berharap kedatangan para turis ini membawa dampak terhadap kehidupan UMKM lokal, terutama masyarakat kecil yang memiliki usaha seperti kain tenun daerah,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebutuhan kain untuk prosesi pengalungan tamu yang mencapai hampir 30 juta sebagai bukti adanya perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Untuk kebutuhan pengalungan saja jumlahnya hampir 30 juta. Itu artinya ada dampak langsung kepada masyarakat. Belum lagi jika para turis membeli sendiri produk-produk lokal,” katanya.
Menikmati Kuliner Khas Kupang
Selain menikmati wisata alam dan budaya, para wisatawan juga akan mencicipi kuliner khas Kupang, yakni sei babi. Hidangan daging asap yang menjadi favorit masyarakat setempat dan dikenal dengan cita rasa khasnya.
Kedatangan kapal pesiar Riviera ini menjadi peluang emas bagi Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk semakin dikenal di tingkat internasional. Kehadiran pelaku pariwisata seperti PT Oceania Word Travel akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat citra Kupang sebagai destinasi wisata budaya dan bahari yang memikat. (Juan Pesau)











