Ekbis  

Bank NTT Siapkan Skema Pembiayaan Khusus untuk Pengusaha Perempuan, Diklaim Pertama di Indonesia

Direktur Bank NTT, Charlie Paulus (foto: koranntt)

Kupang, detakpasifik.com- Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Charlie Paulus, Bank NTT tengah menyiapkan sebuah terobosan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Lembaga keuangan daerah tersebut berencana merilis program pembiayaan khusus yang ditujukan bagi para pelaku usaha perempuan atau woman entrepreneur. Inisiatif ini digadang-gadang menjadi pionir di Indonesia.

Charlie menyebut, program ini dirancang untuk memberikan dukungan nyata bagi perempuan yang berkecimpung di sektor-sektor produktif, terutama yang berkaitan dengan industri pariwisata.

“NTT adalah daerah dengan potensi wisata yang sangat besar. Di balik sektor itu, ada banyak bisnis pendukung seperti kuliner, kerajinan, hingga layanan turis, dan sebagian besar digerakkan oleh perempuan. Karena itu, kami ingin fokus ke sana,” ujar Charlie Paulus, Rabu (12/11/2025) petang.

READ  Jagung Titi Baleo Diluncurkan, Bank NTT Jadi Motor Penggerak UMKM Lembata

Dalam mematangkan program tersebut, Charlie mengungkapkan bahwa dirinya bersama jajaran Bank NTT akan terjun langsung ke seluruh kabupaten. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi usaha perempuan sekaligus merancang pembiayaan yang tepat sasaran.

“Saya akan datangi semua kabupaten, mengumpulkan para pelaku usaha perempuan, lalu membentuk komunitas woman entrepreneur. Model seperti ini belum pernah dilakukan bank manapun di Indonesia, dan menariknya, gagasan ini lahir dari Bank NTT sendiri,” tegasnya.

Target Laba Naik 28 Persen

Tak hanya fokus pada pemberdayaan perempuan, Bank NTT juga memasang target kinerja ambisius untuk tahun depan. Charlie menyebut pihaknya membidik laba sekitar Rp260 miliar, atau naik hampir 28 persen dari proyeksi tahun berjalan.

READ  Sinergi Bank Jatim dan Bank NTT Didorong Khofifah untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendorong Bank NTT untuk memperkuat penyaluran kredit di sektor komersial serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting.

“Saya sudah bertemu seluruh bupati. Kami sepakat untuk mengidentifikasi komoditas unggulan di tiap daerah—baik itu olahan pangan, kerajinan, maupun hasil pertanian. Bank NTT siap masuk memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan,” jelas Charlie.

Di kesempatan yang sama, Charlie juga mengisahkan alasan di balik kepulangannya ke NTT setelah berkarier lama di Jakarta. Pria asal Maumere itu mengatakan, keputusan tersebut muncul ketika ia merasa saatnya kembali memberi dampak bagi masyarakat di daerah asalnya.

READ  OJK Umumkan Hasil Fit and Proper Test, Tiga Calon Direksi Bank NTT Direkomendasikan

“Saya besar di Jakarta dan menghabiskan karier di dunia perbankan. Ketika anak-anak sudah mandiri, saya merasa inilah waktu terbaik untuk mengabdi bagi NTT. Hidup ini ada fase di mana kita bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk banyak orang,” tuturnya.

Membawa Semangat Baru bagi Bank NTT

Charlie berharap kehadirannya dapat membawa Bank NTT menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberi kesejahteraan lebih baik bagi seluruh karyawan.

“Harapan saya, Bank NTT bisa menjadi institusi yang mendorong kemajuan ekonomi NTT dan membuat para karyawannya bangga serta sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *