Kupang, detakpasifik.com- Suasana persiapan menyambut Hari Raya Natal di Kota Kupang seharusnya berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan. Namun, pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah justru memicu keluhan masyarakat serta menuai sorotan dari DPRD NTT dan para tokoh gereja.
Pemadaman listrik dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di beberapa kawasan, di antaranya terjadi di wilayah Kelapa Lima dan Oebobo. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, khususnya umat Kristiani yang tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan keagamaan menjelang Natal, mulai dari doa lingkungan, latihan koor, hingga persiapan liturgi di gereja-gereja.
Sekretaris Komisi IV DPRD NTT, Ana Waha Kolin, secara tegas mendesak PT PLN (Persero) agar lebih serius menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama pada momentum hari besar keagamaan. Menurutnya, pemadaman listrik menjelang Natal merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.
“PLN harus benar-benar memberi perhatian khusus terhadap kondisi kelistrikan di Kota Kupang dan NTT pada umumnya. Pemadaman listrik, apalagi menjelang hari raya besar seperti Natal, sangat mengganggu masyarakat yang sedang mempersiapkan diri,” tegas Ana.
Ia menekankan bahwa aktivitas umat Kristiani menjelang Natal sangat padat dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk pasokan listrik yang stabil. Oleh karena itu, pemadaman listrik dinilai tidak seharusnya terjadi, baik pada hari perayaan maupun pada masa persiapan.
Sorotan serupa disampaikan anggota Komisi IV DPRD NTT, Marselus Anggur Ngganggus. Ia meminta PLN konsisten dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD, yakni menjamin tidak adanya pemadaman listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kehidupan iman dan kekhidmatan umat Kristiani tidak boleh terganggu karena pemadaman listrik. PLN sudah berjanji tidak ada pemadaman dari sebelum hingga sesudah Natal, maka janji itu harus ditepati,” ujarnya.
Desakan juga datang dari pihak Gereja. Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, meminta PLN memastikan listrik tetap dan stabil agar umat dapat merayakan Natal dengan Nyaman.
“Umat harus merasakan sukacita dan ketenangan dalam menyambut Natal. Jangan sampai pemadaman listrik justru merusak suasana kebahagiaan dan kekhidmatan ibadah,” katanya.
Pdt. Samuel berharap PLN lebih peka terhadap kebutuhan umat dan masyarakat luas, terutama pada momen-momen keagamaan yang sakral.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat NTT, Yuven Tukung turut menyampaikan keprihatinannya karena masih terjadinya pemadaman listrik menjelang perayaan Natal.
Yuven Tukung mengatakan, pemadaman listrik menjelang hari besar keagamaan dinilai tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan ibadah dan berbagai kegiatan persiapan di gereja.
“Kita semua berharap PLN dapat mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Yuven.
Menanggapi sorotan tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, melalui manager komunikasi, Otiswan Maromon, menjelaskan bahwa penghentian sementara aliran listrik dilakukan karena dua faktor, yakni terencana dan tidak terencana.
Ia menerangkan, pemadaman terencana dilakukan berdasarkan hasil inspeksi petugas PLN yang menemukan adanya anomali atau ketidakwajaran pada instalasi kelistrikan. Langkah ini diambil untuk menormalkan sistem dan mencegah gangguan yang lebih besar serta berdampak luas.
“Penghentian sementara aliran listrik terencana juga merupakan bagian dari persiapan menghadapi perayaan hari raya keagamaan serta mengantisipasi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan, sehingga pasokan listrik tetap terjaga,” jelas Eko.
Ia menambahkan, secara umum sistem kelistrikan di NTT berada dalam kondisi aman. Total daya mampu pasok mencapai 461,6 MW dengan perkiraan beban puncak Natal sebesar 282,32 MW. Dua sistem besar, yakni Sistem Timor dan Sistem Flores, memiliki daya mampu pasok 350 MW dengan beban puncak 206,5 MW, sementara 67 sistem isolated memiliki daya mampu pasok 111,36 MW.
Khusus Sistem Timor, PLN mencatat daya mampu pasok sebesar 223 MW dengan beban puncak malam hari 125 MW serta cadangan daya mencapai 98 MW, sehingga dipastikan tidak mengalami defisit selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.* (Juan Pesau)



